Politik Pemerintahan

Cegah Bencana, BPBD Kabupaten Mojokerto Gelar Penguatan Rumah Sakit dan Puskesmas Aman Bencana

Kegiatan Penguatan Rumah Sakit dan Puskesmas Aman Bencana yang digelar BPBD Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Program penanganan bencana di Kabupaten Mojokerto dewasa ini lebih menekankan pada paradigma pencegahan atau pra bencana. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Penguatan Rumah Sakit dan Puskesmas Aman Bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, bencana tidak mengenal waktu dan bisa terjadi kapan saja. “Oleh karenanya kesiapsiagaan dan pencegahan dini semua pihak sangat diperlukan,” ungkapnya, Selasa (1/10/2019).

Masih kata Zaini, karena nyawa manusia merupakan taruhan dari pekerjaan. Saat ini, Pemkab Mojokerto telah membentuk tujuh destana dan penguatan wanita tangguh bencana termasuk kegiatan yang saat ini digelar. Yakni Penguatan Rumah Sakit dan Puskesmas Aman Bencana.

“Dari program ini, rumah sakit dan puskesmas diharapkan bisa mengelola potensi bencana di dalam puskesmas agar dapat mempersiapkan diri  terhadap potensi bencana yang terjadi di luar puskesmas. Gedung rumah sakit dan puskesmas tidak boleh rusak saat terjadi bencana (kokoh),” katanya.

Saat terjadi bencana, lanjut Zaini, RS dan puskesmas harus tetap mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal dan bahkan dapat meningkatkan kemampuan. Yakni dengan cara memanfaatkan kemampuan dan fasilitas cadangan yang dimiliki.

“Serta bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mengurangi risiko bencana dan menghadapi bencana. Dengan demikian rumah sakit dan puskesman aman dari bencana dan petugas kesehatan harus mampu menyelamatkan jiwa (pasien),” ujarnya.

Zaini menambahkan, petugas kesehatan juga tetap dapat menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Dalam tahap awal, pihaknya memberikan pelatihan kepada RS dan puskesmas yang di wilayah kerjanya terdapat ancaman bencana sesuai peta bencana yang ada.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Mojokerto menghadirkan nara sumber dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dan Ikatan Ahli Bencana Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS).[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar