Politik Pemerintahan

Cawabup Nisa Ajak Kaum Perempuan Pakai Hati Pilih Pemimpin di Kabupaten Mojokerto

Calon Wakil Bupati (Cawabup) Mojokerto Choirun Nisa 

Mojokerto (beritajatim.com) – Kaum perempuan di Kabupaten Mojokerto tidak salah coblos dan menggunakan hati dalam Pemilihan Kepala Daerah tanggal 9 Desember nanti dengan cara lebih dulu mengenal sosok cabup dan cawabup yang peduli

Penegasan tersebut dismpaikan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Mojokerto Choirun Nisa saat menyapa emak-emak di Dusun/Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto.

Pada kesempatan itu, Cawabup nomor urut 2 ini membekali emak-emak agar selalu ikhlas dalam melalukan segala sesuatu.

“Saya bercerita perjuangan ABG (anak baru gede) di Amerika Serikat, selain berhasil mengislamkan juga mencegah seorang nenek bunuh diri. Itu bukti ikhlas ada rahasia Allah SWT. Sehingga kami bekali ibu-ibu dalam melangkah dalam bentuk apapun selalu ikhlas. Dengan ikhlas tidak akan ada rasa kecewa,” kata Nisa kepada beritajatim.com ,Selasa (17/11/2020).

Ia menjelaskan, keikhlasan harus diterapkan kaum perempuan untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto 9 Desember nanti. Selain itu, emak-emak maupun perempuan milenial juga wajib mengenal sosok cabup-cawabup sebelum menentukan pilihannya.

“Biar mereka memilih dari hati, bukan karena politik uang atau pengaruh gosip yang tidak benar. Namun, benar-benar mereka kenal sosok sehingga bisa memilih tepat sasaran,” terang Nisa.

Pasangan Yoko Priyono-Choirun Nisa (Yoni), menurut Nisa, tepat untuk dicoblos 9 Desember nanti. Karena cabup-cawabup nomor urut 2 ini mempunyai banyak program untuk membantu kaum perempuan jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto periode 2021-2025.

“Program Yoni untuk ibu-ibu banyak. Mulai dari Kopwan (koperasi wanita) akan dapat bantuan modal, UMKM juga ada, kami perhatikan panti wreda untuk para lansia,” tegasnya.

Yoko-Nisa bakal membangun Kabupaten Mojokerto dalam segala bidang saat dipercaya masyarakat menjadi pemimpin 5 tahun ke depan. Sehingga pembangunan tidak hanya fokus pada infrastruktur, tapi juga sumber daya manusia (SDM).

“Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun akhlak. Kami bersama-sama memberi contoh kepada generasi milenial supaya karakter masyarakat Mojokerto cerdas jiwa dan raganya. Untuk mencegah perilaku korup, suka menipu, atau tega dengan sesama,” pungkasnya.

Yoko dan Nisa sama-sama berpengalaman di bidang pemerintahan. Karena Yoko puluhan tahun menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Dia terakhir kali menjabat Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mojokerto. Sedangkan Nisa pernah menjabat Wakil Bupati Mojokerto periode 2010-2015. [misti/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar