Politik Pemerintahan

Debat Publik Putaran II Pilkada Jember 2020

Cawabup Firjaun Ungkap Biang Penurunan Kualitas Layanan Publik di Jember

Jember (beritajatim.com) – Calon wakil bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman menyebut penempatan aparatur sipil negara (ASN) yang tak tepat dalam jabatan di tubuh Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuat pelayanan publik tak maksimal.

“Penempatan yang kurang tepat, tidak sesuai (aturan) KSOTK (Kedudukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Organisasi Perangkat Daerah), menyebabkan menurunnya pelayanan,” kata Firjaun, dalam debat calon bupati dan wakil bupati putaran kedua Kabupaten Jember, di Studio JTV, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/11/2020) malam.

Firjaun mengingatkan, persoalan yang tidak ditangani ahli yang berkompeten akan membuat kehancuran. “Di Jember, yang terjadi selama ini adalah penempatan aparatur yang tidak sesuai (aturan) KSOTK,” katanya.

Jika terpilih bersama calon bupati Hendy Siswanto, Firjaun akan menata birokrasi sesuai aturan KSOTK. “Niat utama kami dalam pencalonan ini mengabdikan diri menjadi pelayan bagi masyarakat, karena hakikatnya pemimpin suatu kaum adalah pelayan bagi mereka. Jadi juragan kami adalah masyarakat Jember,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar