Politik Pemerintahan

Cawabup Firjaun Berharap Faida Minta Maaf kepada Masyarakat Jember

Jember (beritajatim.com) – Calon wakil bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman melihat hubungan antara Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan pemerintah atasan, yakni pemerintah provinsi dan pusat, tidak serasi dan sejalan.

“Terbukti banyak teguran dari provinsi dan Mendagri tentang tata kelola anggaran, SOTK (Susunan Organisasi dan Tata Kerja), dan sebagainya,” kata Firjaun, dalam debat publik putaran ketiga Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Surabaya, Selasa (1/12/2020) malam.

“Ini bagaimana Jember bisa maju kalau kemudian penataannya tidak sinkron dengan provinsi dan pusat. Saya berharap di forum ini, sebagai bupati yang bertanggung jawab, meminta maaflah kepada masyarakat Jember, karena apapun ini disaksikan masyarakat Jember,” kata Firjaun.

Menanggapi itu, calon bupati petahana Faida mengatakan, pemerintah daerah memiliki otonomi dan tak lepas dari pemerintah provinsi dan pusat. “Masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab, termasuk memberikan pengawasan, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Aturan-aturan yang dilakukan, ketentuan keputusan yang dilakukan (pemerintah) kabupaten, juga telah dilakukan fasilitasi dan harmonisasi oleh pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” katanya.

“Itulah satu sinergi, harmonisasi yang selalu terjadi di pemerintahan kita. Oleh karenanya apabila ada teguran itu karena pemerintah melakukan tugas pengawasannya. Kalau mereka melakukan kontrol, itu karena mereka melakukan fungsi kewenangannya, bukan karena satu pembangkangan. Karena memang dalam satu pemerintahan harus ada pengawasan,” kata Faida. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar