Politik Pemerintahan

Pilkada Ponorogo 2020

Cawabup Bambang Sungkem Dulu, Sebelum Berangkat Nyoblos

Cawabup nomor urut 2 Bambang Tri Wahono. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Calon wakil bupati nomor urut 2, Bambang Tri Wahono menggunakan hak pilihnya di TPS 13, Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan Ponorogo. Bambang datang ke TPS dengan berjalan kaki ditemani istrinya, Ita Dwi Pelitawati dan dua anaknya. Sebab, jarak rumahnya dengan TPS kurang lebih hanya 200 meter.

Sesuai dengan undangan, Bambang dan keluarganya mendapat jadwal mencoblos dari pukul 09.00-10.00 WIB. Sebelum berangkat ke dirinya bersama istri dan kedua anaknya sungkem ke orangtua. “Ya tadi sebelum berangkat sungkem dulu ke orangtua, ibuk dari istri saya,” ungkap Bambang.

Dalam statementnya kepada para awak media, Bambang menyampaikan pesan dari paslon Ipong – Bambang untuk seluruh masyarakat Ponorogo yang memiliki hak pilih untuk segera datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tentu sesuai undangan dan waktu yang telah ditentukan. Dia menghinbau warga selalu menerapkan protokol kesehatan.

Bambang pun juga mengajak masyarakat agar mengisi pesta demokrasi ini dengan dengan hal-hal yang positif. Yakni dengan penuh kegembiraan, tanpa menggunakan cara-cara menjatuhkan, atau bahkan jangan sampai membuat berita-berita bohong atau hoax yang dapat berpotensi memecah belah. “Mari menjaga keutuhan Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan) dan senantiasa menjaga keguyuban, karena itulah jati diri masyarakat Ponorogo,” katanya.

Sementara itu Ketua KPPS TPS 13 Johan Aftur menyebut bahwa pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam pencoblosan kali ini. Sebab, Pilkada kali ini dalam masa pandemi Covid-19. Yakni warga harus cuci tangan dulu sebelum masuk TPS. Warga wajib memakai masker dan jaga jarak saat antri waktu akan mencoblos. “Kami menerapkan protokol kesehatan 3 M. mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” katanya.

Pemungutan suara di TPS-nya, kata Johar ditutup nanti pukul 13.00 WIB. Pihaknya akan melakukan perlakuan khusus jika nanti ada pemilih difabel. Selain itu pihaknya juga menyiapkan surat suara khusus untuk tuna netra. “Meski di DPT tidak ada pemilih yang tuna netra, namun surat suara khusus sudah kami siapkan. Karena itu memang juga ketentuan dari KPU,” pungkasnya. [end/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar