Politik Pemerintahan

Catat, Program PTSL Banyuwangi Bakal Berlanjut Tahun Ini

Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kembali menyerahkan sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) kepada 2.065 warga. Penyerahan kali Ini merupakan penyerahan tahap akhir untuk program tahun 2020 yang totalnya mencapai 30.625 bidang di seluruh wilayah Banyuwangi.

Program sertipikat tanah dari Kementerian ATR/BPN ini banyak dirasakan oleh warga. Sehingga, program ini komitmen akan berlanjut di tahun 2021.

Acara ini bersamaan dengan penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat yang dilakukan secara serentak nasional oleh Presiden Jokowi dari Istana Negara di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyerahkan secara simbolis 584.407 sertifikat tanah program PTSL kepada masyarakat di 26 Provinsi dan 273 kabupaten/kota se-Indonesia, salah satunya Kabupaten Banyuwangi.

“Kementerian ATR/BPN telah menyampaikan bakal melanjutkan program ini di tahun 2021. Kami berharap, warga bisa memanfaatkan program ini dengan baik,” kata Anas, Rabu (6/1/2021).

Anas juga berterimakasih kepada pihak pertanahan Banyuwangi dan segenap jajaran forum pimpinan daerah, serta kepala desa dan lurah yang telah bersinergi dengan baik sehingga pengurusan sertifikat PTSL di Banyuwangi berjalan lancar.

“Semoga sinergi baik ini juga terus terjalin untuk program-program ke depannya,” ujar Anas.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuwangi Damar Galih Widihasta menjelaskan, bahwa penyerahan kali ini adalah tahap terakhir dari program tahun 2020.

“Tahun 2021 nanti kami mentargetkan memproses sertifikat PTSL di Banyuwangi meningkat menjadi 64.975, meningkat dari tahun 2020 yang 30.625 bidang sertifikat. Kami terus berkoordinasi dengan pemkab untuk kelancaran pelaksanaannya,” kata Galih.

Program sertifikat PTSL ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Banyuwangi. Salah satunya Wijieni, warga Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar. Wijieni mengaku senang bisa mengurus sertifikat tanah peninggalan orang tuanya tanpa ribet dan biaya yang ringan.

“Alhamdulillah, sertifikatnya sudah saya terima. Cuma sebulan sudah jadi. Ngurusnya enggak ribet, biayanya juga sangat murah,” ungkapnya. [rin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar