Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Cara Unik Petugas Trafik Voice Dishub Lamongan, Tegur Pengendara Bandel Pakai Pantun

Petugas Trafik Voice Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan saat memberikan pantun ke pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.

Lamongan (beritajatim.com) – Sejumlah petugas trafik voice Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan punya cara unik dan humanis dalam mengingatkan para pengendara yang melanggar rambu lalu lintas di jalan raya.

Pasalnya, para petugas trafik voice ini selalu melontarkan pantun-pantun yang lucu dan manis kepada pengendara yang kedapatan nakal atau bandel dalam berlalu lintas.

Diketahui, penggunaan trafik voice di Lamongan ini sebelumnya sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Sehingga, dengan melandainya Covid-19, kini trafik voice ini pun kembali dibuka sejak 13 Juni 2022 lalu. Hal ini bertujuan untuk memberikan imbauan untuk seluruh pengendara.


Kasi Teknologi Informasi Dishub Lamongan, Pravita menyampaikan bahwa dipilihnya pantun untuk mengingatkan para pengendara yang bandel ini karena cara ini dinilai lebih humanis dan komunikatif. Selain itu, cara ini juga akan memberikan kesadaran yang lebih disiplin dalam berlalu lintas.

“Masyarakat saat ini akan lebih tersentuh dengan imbauan-imbauan yang lebih komunikatif, fleksibel dan kekinian. Sehingga pantun ini bisa lebih mengena kepada para pengendara jalan daripada cara-cara yang formal,” ujar Pravita, kepada wartawan, Kamis (16/6/2022).

Ia menambahkan, pantun yang disiapkan pun tidak hanya satu, namun sangat variatif. Bahkan, menurut Pravita, masing-masing jenis pelanggaran akan diberikan pantunnya sendiri, yang tentu unik dan menarik. “Jadi nanti kita sesuaikan dengan pelanggar, misal terdapat pengendara yang tidak menggunakan helm, maka pantun yang diberikan juga yang berhubungan dengan penggunaan helm,” terangnya.

Lebih lanjut, Pravita mengungkapkan, peringatan berupa pantun ini bersifat insidentil, artinya tidak selalu berbunyi tiap waktu. Para petugas trafik voice tersebut akan membacakan pantun jika terdapat pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengendara.

“Selain pantun, kita juga sering menegur secara langsung, misal ibu yang pakai kendaraan dengan plat nomor apa atau yang kendaraannya merk apa. Sering juga kita sebutkan ciri-ciri lain seperti warna helm yang dipakai dan lain-lain. Sehingga mereka sadar diri,” jelasnya.

Hingga saat ini, Pravita menyebut, telah ada puluhan pengendara bandel yang tak patuh aturan lalu lintas yang sudah diperingatkan, baik dengan pantun maupun dengan teguran secara langsung. “Perkiraan per hari kira-kira ada sekitar sepuluh pengendara yang kita imbau dan kita tegur karena tak disiplin saat berkendara, utamanya kendaraan roda dua,” tutupnya.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev