Politik Pemerintahan

Capaian PAD Pamekasan 2020 Lampaui Target

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam (kiri) berbincang bersama Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rahman (kanan) dalam kesempatan Sidang Paripurna di Gedung DPRD Pamekasan, Jl Kabupaten 107.

Pamekasan (beritajatim.com) – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pamekasan Tahun 2020 melampaui target hingga mencapai angka sebesar Rp 49 miliar, yakni sebesar Rp 232 miliar dari target capaian sebesar Rp 182 miliar.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pamekasan, Badrut Tamam dalam Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Nota Penjelasan Bupati tentang Laporan Pertanggungjawaban Bupati Tahun Anggaran 2020, di Gedung DPRD Pamekasan, Jl Kabupaten 107 Pamekasan, Senin (8/3/2020) lalu.

Alhamdulillah, capaian PAD Tahun 2020 melampaui target hingga mencapai angka sebesar Rp 49 miliar, terdiri dari pajak daerah mencapai Rp 37 miliar dari target Rp 34 miliar, retribusi daerah dari target sebesar Rp 15 miliar terealisasi Rp 16 miliar,” kata Bupati Badrut Tamam.

Selain dari pendapatan tersebut, juga terdapat pendapatan pada sektor lainnya. Di antaranya melalui hasil pengelolaan kekayaan daerah dan beberapa jenis PAD lainnya. “Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dari target sebesar Rp 1 miliar, justru terealisasi hingga Rp 2 miliar. Terakhir PAD lain yang sah mencapai angka sebesar Rp 176 miliar dari target Rp 130 miliar,” ungkapnya.

Tambahan capaian PAD tersebut dinilai tidak lepas dari berbagai upaya yang digagasnya, beberapa di antaranya strategi penerapan retribusi parkir di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, yang sudah menggunakan sistem elektrik dan bukan lagi menggunakan sistem manual.

“Salah satu contoh pengelolaan parkir di RSUD Smart, di mana sebelumnya menerapkan sistem manual dan mulai diganti dengan menerapkan elektronik retribusi. Dari itu sebagian dari PAD kita meningkat, disamping dengan menerapkan beberapa strategi lainnya,” sambung Ra Badrut (sapaan akrab Badrut Tamam).

Selain itu, pihaknya juga menilai elektronisasi yang cepat menjadi salah satu bagian dari upaya peningkatan PAD di daerah yang dipimpinnya. Terlebih penerapan sistem elektronik juga dapat mengantisipasi sekaligus meminimalisir terjadinya kebocoran PAD.

“Secara umum, evaluasi kinerja dan capaian Pemkab Pamekasan Tahun 2020, berjalan baik sesuai dengan beragam program yang kita canangkan. Sekalipun di tengah perjalanan terjadi kendala akibat adanya pandemi Covid-19 (Coronavirus Disiase 2019),” tegasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga memastikan jika beberapa program yang digagas hampir melampaui target yang dicanangkan. “Jadi capaian kinerja dari beberapa item kerja teknis lebih dari 90 persen, kalaupun ada capaian yang belum terlaksana dengan baik karena adanya pandemi. Di mana pada awalnya kita belum siap menghadapi itu,” jelasnya.

“Hanya saja pertumbuhan sektor ekonomi selama 2020 cenderung kurang berkembang, dan itu tidak hanya terjadi di kabupaten Pamekasan, tetapi juga terjadi di seluruh kota/kabupaten lain di Indonesia. Bahkan hal serupa juga terjadi di seluruh dunia akibat pandemi Covid-19,” pungkasnya. [pin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar