Politik Pemerintahan

Camat Tanggul Gugat Bawaslu dan KASN Setengah Miliar Rupiah

Jember (beritajatim.com) – Camat Tanggul Muhammad Ghozali menggugat Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), serta menuntut ganti rugi Rp 533 juta.

Gugatan perdata didaftarkan oleh kuasa hukum Mohammad Husni Thamrin ke Pengadilan Negeri Jember dan mendapat nomor register 52/Pdt.G/2020/PNJmr. Bawaslu dan KASN dianggap melakukan perbuatan melawan hukum, menyusul terbitnya surat rekomendasi sanksi terhadap Ghozali. Bawaslu Jember menjadi tergugat satu dan KASN tergugat dua.

“Menurut kami itu melanggar peraturan perundang-undangan berkaitan dengan pemilu. Klien saya dinilai tidak netral dan mendukung salah satu pasangan calon dalam pilkada di Jember. Sementara di surat KASN tidak disebutkan pelanggaran apa yang sudah dilakukan. Tapi kalau melihat alasan tidak netral, berarti terkait dukung-mendukung pemilu. Apalagi itu rekom dari Bawaslu,” kata Thamrin, Selasa (16/6/2020).

Thamrin mempertanyakan tuduhan ketidaknetralan terhadap Ghozali. “Istilah tidak netral adalah istilah yang ada dalam Undang-Undang Pemilihan Umum, baik pemilihan presiden, DPR, DPR RI, kepala daerah. Satu poin pun tidak disebutkan alasan melanggar Undang-Undang Pemilu. Jadi menurut saya ini sudah di luar kewenangannya. Menurut saya ini adalah karena tekanan politik saja, yang dilakukan oleh Bawaslu,” katanya.

Thamrin mengatakan, tahapan pemilu baru dibuka hari ini. “Sementara pemberian bantuan itu 13 Februari 2020. Kalau melihat tahapan pemilu, 13 Februari adalah masih tahapan rekrutmen pembentukan PPS di tingkat kelurahan desa. Sampai sekarang pun Bu Faida atau siapapun belum jadi peserta pemilu. KPU pun belum menetapkan. Apalagi kena Covid-19, tahapan terhenti,” katanya.

Menurut Thamrin, pemeriksaan oleh Bawaslu dalam perkara ini sangat sederhana. “Rekomnya ini menyangkut nasib orang. Kalau pemeriksaan sederhana sekali dan saya lihat dilakukan pemeriksaan oleh orang yang tidak punya kapasitas,” katanya.

“Mohon maaf, dia (komisioner Bawaslu) sarjana sosial, tidak punya kewenangan. Pelaku utama yang mengucapkan kata-kata ‘salam dua jari’ bukan klien saya, tapi adalah salah seorang kepala desa yang sampai hari ini tidak diperiksa. Jadi unsur-unsur penetapan klien saya bersalah dasar-dasarnya apa, alat buktinya apa kalau hanya mendengar satu orang saja,” kata Thamrin.

Thamrin mengatakan, kliennya mengalami tekanan psikologis setelah dianggap bersalah. “Dikejar ke mana-mana lewat teman-teman wartawan, seolah-olah salah. Sementara dia punya keluarga, anak, istri, yang menanggung beban moral. Sementara dasar-dasar untuk dia diduga bersalah tidak jelas. Kami menuntut (Bawaslu dan KASN) membayar ganti rugi Rp 533 juta,” katanya.

Kerugian material Rp 3 juta untuk biaya bensin karena harus datang ke tempat pemeriksaan. “Dikejar-kejar wartawan, dia harus keluar bensin untuk ke sana kemari naik kendaraan. Rp 30 juta untuk honor pengacara. Yang immateriil yang tidak konkret tapi bisa dirasakan, setara Rp 500 juta,” kata Thamrin.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Jember Thobrony Pusaka mengatakan, belum menerima surat dari pengadilan. Namun dia sudah mendengar adanya gugatan tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Aparatur Sipil Negara (KASN) merekomendasikan agar Camat Tanggul Muhammad Ghozali di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dijatuhi sanksi disiplin sedang. Ia dianggap terbukti bersalah melanggar netralitas aparatur sipil negara dengan mengampanyekan Bupati Faida yang mencalonkan diri kembali dalam pemilihan kepala daerah.

Hal ini ditegaskan KASN dalam surat kepada Bupati Jember bernomor R-988/KASN/3/2020 tertanggal 17 Maret 2020. Surat ini merupakan tindak lanjut atas surat Bawaslu ke KASN tertanggal 26 Februari 2020.

Sebelumnya, sebuah klip berdurasi 21 detik menjadi viral di media sosial warga Kabupaten Jember mempertontonkan Muhammad Ghozali sedang mengajari seorang perempuan tua difabel agar mengucapkan ‘salam dua periode’ untuk bupati. Video tersebut dibuat, saat Ghozali menyalurkan bantuan kursi roda dari Dinas Sosial Jember kepada perempuan tua difabel warga Desa Kramat Sukoharjo pada 13 Februari 2020.

Ghozali menuntun ucapan perempuan tua tersebut dan beberapa kali mengoreksinya. Ia didampingi seorang pria lainnya. “Terima kasih, Pak Bupati,” kata perempuan itu.

“Ibu,” sahut Ghozali mengoreksi.

Perempuan tua itu pun membetulkan pernyataannya: “Ibu Bupati atas bantuannya, terima kasih banyak.”

Lalu Ghozali melanjutkan ucapannya yang ditirukan sang perempuan itu. “Semangat Bu, salam dua periode.” Tangan kiri si perempuan tua mengacungkan jempol dan dua jari tangan kanannya membentuk V.

Belakangan, Ghozali mengakui video tersebut. “Pikiran saya lagi, kan belum masa penetapan calon. Tapi sudahlah. Yang penting saya tidak ada niatan itu,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar