Politik Pemerintahan

Calon Pemimpin Ansor Jatim Ikuti PKL di Kota Batu

Pelatihan Kepemimipinan Lanjutan (PKL) Anggota Ansor Se-Jatim.

Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 80 anggota Ansor se-Jawa Timur mengikuti Pelatihan Kepemimipinan Lanjutan (PKL) di Gedung Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim, di Kota Batu. Calon-calon pemimpin Ansor ini mengikuti PKL mulai dari Kamis, (24/10/2019) hingga Minggu (27/10/2019).

Ketua Ansor Kota Batu, Ja’far Shodiq mengatakan pelatihan diikuti oleh anggota Ansor dari berbagai daerah, namun mayoritas dari Jawa Timur. Mulai dari Madura, Lumajang, Bondowoso, Jember, Mojokerto dan berbagai daerah lainnya. Sementara Kota Batu menjadi tuan rumah PKL pada tahun ini.

“Ini lanjutan dari pelatihan dasar dimana ini menjadi salah satu syarat bagi calon pimpinan cabang Ansor, harus mengikuti pelatihan ini. Peserta ini calon pimpinan cabang, dari berbagai Kota/Kabupaten. Paling banyak Jatim tapi ada yang di luar Jatim,” kata Ja’far, Sabtu, (26/10/2019).

PKL kali ini mengambil tema Aktualisasi Kepemimpan Transformatif. Ja’far mengungkapkan, dalam PKL ini Ansor ingin membangun calon-calon pemipin masa depan memiliki kualitas mempuni. Pemimpin Ansor diharapkan tidak hanya mengandalkan sisi sejarah keturunan seorang tokoh kiai saja tapi memang memiliki kualitas sebagai seorang pemimpin.

“Yang ingin kita tekankan bagaimana membangun kepemimpinan Ansor adalah kepemimpinan yang berkualitas. Tidak hanya dari sisi kharismatik atau keturuan tapi pemimpin yang mengikuti zaman. Dengan wirausaha, gaya kepemimpinan anak muda yang visioner mampu meniawab secara digital mampu mengajak bukan menyuruh saja,” ujar Ja’far.

Ja’far menyebut, selama PKL calon pemimpin Ansor ini mendapat materi pelatihan dari Ansor Pusat, Pimpinan Wilayah Jatim, jajaran petinggi Nahdatul Ulama (NU), Polda Jatim, hingga KPK.

“Pemateri dari Jakarta, struktural pusat pimpinan wilayah, dan juga dari tokoh NU. Polda Jatim juga menjadi narasumber terkait Intelkam juga dari KPK bagian penindakan dan pencegahan korupsi,” papar Ja’far.

Ja’far mengatakan, PKL tidak hanya membahas kontek kepemimpinan namun juga nasional. Menurutnya, Ansor tidak bisa lepas dari dunia politik meski bukan politik praktis. Dia menyebut, Ansor lebih mengedepankan politik kebangsaan dibandingkan politik praktis.

“Ini kan tidak hanya dalam kontek kepemimpinan tapi juga nasional. Apalagi Ansor tidak visa lepas dari dunia politik meski tidak poltitik praktis tapi kita menegedapnkan politik kebangsaan. Bagaimana nanti nuansa politik itu punya keberpihakan terutama kepada warga marjinal kelompok minoritas, tentu sikap kebijakan politik yang diskriminatif yang tidak berpihak ke masyarakat tentu kita akan bersikap,” kata Ja’far.

“Sudah banyak kita lakukan terutama menjaga ideologi bangsa untuk tetap NKRI, pancasila harga mati. Dan tidak memberi ruang bagi kelompok yang ingin mengubah ideoligi bangsa ini dan itu tentu sikap politik dari Ansor,” tandasnya. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar