Politik Pemerintahan

Calon Kepala Daerah Boleh Salat atau Ceramah di Masjid, Asal Jangan Kampanye

Gresik (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gresik tidak melarang pasangan calon (Paslon) yang maju di Pilkada melakukan salat atau berceramah di masjid asal jangan berkampanye.

“Setiap warga negara Indonesia berhak melakukan salat di masjid serta berceramah. Sebab, hal ini adalah hak saat melakukan ibadah atau kegiatan di masjid. Namun, apabila kegiatannya ada dugaan kampanye kami menjndak tegas,” ujar Ketua Bawaslu Gresik, Imron Rosyadi, Minggu (18/10/2020).

Lebih lanjut Imron menuturkan, atas kegiatan tersebut pihaknya sudah mengimbau agar setiap paslon yang maju di Pilkada Gresik tidak menggunakan tempat ibadah sebagai ajang kampanye.

“Kami sudah mensosialisasikan regulasi larangan tempat ibadah untuk berkampanye. Karena itu, pengawasan akan terus dilakukan guna mencegah adanya pelanggaran,” tuturnya.

Diakui Imron, saat ada salah satu paslon yang diundang takmir masjid untuk ceramah agama. Pihaknya sudah memerintah panwas di tingkat kecamatan untuk memantau kegiatan tersebut.

“Hasil dari laporan pengawasan tidak ditemukan adanya pelanggaran. Sebab, kegiatan itu murni keagamaan,” katanya.

Seperti diberitakan, tim kampanye pasangan Qosim-Alif (QA) menyatakan keprihatinannya atas desakan melarang berkegiatan di masjid. Padahal, kegiatan tersebut sudah lama dilakukan M.Qosim berceramah di masjid dan menyampaikan gerakan salat subuh berjamaah. Sehingga, tudingan Tim Advokasi dan hukum pasangan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) dinilai tidak berdasar dan berlebihan.

Sekretaris Tim Kampanye QA, Hariyanto menjelaskan, hingga kini pihaknya belum mengetahui fisik surat Tim Advokasi dan Hukum Niat nomor 019/TIM-NIAT/X/2020 perihal keberatan berisi ‘Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah dan Tausiah’ ke Bawaslu Gresik.

“Jauh sebelum Pilbup Gresik 2020, Cabup M.Qosim memiliki aktifitas rutin sebagai seorang dai atau penceramah,” pungkasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar