Politik Pemerintahan

Calon Bupati Mojokerto Wajib Lampirkan LHKPN Saat Mendaftar ke KPU

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto, Achmad Arif. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bakal pasangan calon (bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati diwajibkan melaporkan daftar kekayaannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPK). Ini menjadi salah syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto, Achmad Arif mengatakan, Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tersebut harus disertakan saat mendaftar ke KPU pada tanggal 4 sampai 6 September 2020. “Bentuknya berupa tanda tangan dari KPK,” ungkapnya, Kamis (27/8/2020).

Masih kata Divisi Teknis ini, harta yang dilaporkan merupakan daftar harta tahun 2019 bukan 2020. Jika LHKPN tersebut tak dilampirkan dalam syarat saat bapaslon mendaftar, maka KPU tak segan-segan akan melakukan pencoretan. Ini lantaran sebagai syarat mutlak.

“KPK sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 71 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Penyampaian Laporan Harta Kekayaan dan Pemberian Tanda Terima dalam Proses Pilgub, Pilbup dan Pilwali. Sehingga LHKPN tidak menjadi kendala bagi bapaslon,” katanya.

Arif menambahkan, bapaslon sudah bisa mengurus LHKPN sejak tanggal 1 Januari lalu. Selain LHKPN sebagai syarat penting untuk mendaftar, bapaslon juga diwajibkan melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), surat keterangan tidak pailit hingga surat keterangan bebas dari kasus hukum saat mendaftar nanti.

Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, 9 Desember mendatang, ada tiga bapaslon di Kabupaten Mojokerto yang akan bertarung. Yakni petahanan Pungkasiadi-Titik Masudah yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Bapaslon Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra yang didukung enam partai politik (parpol) yakni Partai Demokrat, Partai Kesejahteraan Sosial (PKS), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Serta Yoko Priyono-Choirunnisa yang diusung Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar