Politik Pemerintahan

KPK Buru Nurhadi Hingga Jawa Timur

Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi (NHD) dan menantunya, Rezky Herbiyono (RHE) yang sempat buron.

Nurhadi dan Rezky telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) sejak 13 Februari 2020 lalu. Sejak saat itu KPK intensif melakukan pencarian terhadap Nurhadi.

“Sejak ditetapkan DPO, penyidik KPK dengan dibantu pihak Polri terus aktif melakukan pencarian terhadap para DPO antara lain dengan melakukan penggeledahan rumah di berbagai tempat baik di sekitar Jakarta maupun Jawa Timur,” ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Selasa (2/6/2020).
 
Hingga pada hari Senin 1 Juni 2020 sekitar pukul 18.00 WIB, lanjut Ghufron, Tim Penyidik  KPK  mendapat informasi dari masyarakat mengenai keberadaan 2 Tsk yang berstatus DPO tersebut. Kemudian, berdasarkan informasi tersebut, Tim bergerak ke Jl. Simprug Golf 17 No. 1 Grogol Selatan, Kebayoran Lama yang diduga digunakan sebagai tempat persembunyian Nurhadi dan Rezky.

“Selanjutnya dengan dilengkapi surat perintah  penangkapan dan penggeladahan  pada sekitar pukul 21.30 WIB Penyidik KPK mendatangi rumah tersebut untuk melakukan penggeledahan,” ujarnya.

Dia menambahkan, awalnya tim penyidik KPK bersikap persuasif dengan mengetuk pagar rumah namun tidak dihiraukan. Kemudian Penyidik KPK dengan didampingi ketua RW setempat dan pengurus RT setempat melakukan upaya paksa dengan membongkar kunci pintu gerbang dan pintu rumah tersebut.

“Setelah penyidik KPK berhasil masuk ke dalam rumah, disalah satu kamar ditemukan Tsk NHD dan dikamar lainnya ditemukan Tsk RHE dan langsung dilakukan penangkapan terhadap keduanya,” tutur Ghufron. (hen/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar