Politik Pemerintahan

Cak Machfud Bentuk Tim Khusus untuk Bantu Tangani Corona di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Cak Machfud membentuk tim khusus untuk membantu pemerintah menanggulangi virus Corona yang ada di Surabaya. Tim khusus tersebut tergabung dalam Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM).

GMDM sendiri telah melakukan penyemprotan disinfektan ke berbagai titik di Surabaya sudah mulai sejak 1 April hingga sekarang.

Ketua GMDM Yayuk Sri Wahyuningsih mengatakan, dalam situasi wabah Corona yang semakin meresahkan ini, harus ada upaya konkret yang perlu dilakukan. “Dalam kondisi dan situasi wabah Covid-19, kita tidak bisa hanya menonton dan mendengar tanpa berupaya apapun,” ujar Ketua GMDM Surabaya, Yayuk Sri Wahyuningsih.

Yayuk mengatakan, penyemprotan akan terus dilakukan ke sejumlah titik di Surabaya. Sebab sudah banyak warga Surabaya yang mengajukan permintaan untuk wilayahnya disemprot disinfektan.

Yayuk juga menyampaikan beberapa gagasan dan upayanya sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap wabah Covid-19. Seperti penyemprotan disiinfektan, pembuatan Posko Peduli Covid-19, pembagian sembako, masker, vitamin dan mengajak senam sehat jemur 10 menit. “Yang kami gagas ini demi Kota Surabaya bersih dari wabah Covid-19,” terangnya.

Sementara Cak Machfud sangat mendukung kegiatan positif yang dilakukan GMDM Surabaya. “Yang paling penting bermanfaat untuk warga Kota Surabaya dan bisa ikut berperan serta dalam situasi dan kondisi Covid-19, meskipun tidak seberapa nilainya,” ujar Machfud.

Sebagai informasi, tercatat data pasien yang positif melonjak cukup tinggi. Di Surabaya, ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 33 pasien. Data yang sebelumnya 41 kini menjadi 74 pasien. Dari jumlah itu, 3 diantaranya konfirmasi dari luar Surabaya.

Sementara untuk status Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada tambahan sebanyak 67 orang. Data yang semula tercatat 508 saat ini menjadi 575 orang berstatus ODP. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami pengurangan pasien sebanyak 8 orang. Semula tercatat 229 berkurang menjadi 221 orang karena mereka yang sembuh.

Untuk PDP sehat atau sembuh sebanyak 91 orang, pasien meninggal 7 orang. Sedangkan yang sembuh di Surabaya sebanyak 14 orang. [hen/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar