Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Cak Ji Tegaskan Perlintasan Kereta di Surabaya Wajib Ada Palang Pintu

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menegaskan setiap perlintasan kereta harus dipasangi palang pintu, teurtama di daerah padat. Dia tidak ingin kecelakaan Honda Brio ditabrak Kereta Sancaka dan menewaskan tiga pelajar terulang.

“Segera kita bicarakan, jangan sampai ada kejadian serupa. Daerah ini terhitung padat dan lalu lintas kendaraan juga cukup ramai jadi wajib ada palang pintu kereta api,” ujar pria yang akrab disapa Cak Ji di Surabaya, Selasa (26/4/2022).

Cak Ji juga segera berkoordinasi dengan sejumlah institusi untuk membahas pengadaan palang pintu perlintasan kereta api, khususnya di jalur padat kendaraan. Di antaranya dengan Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Dishub Jawa Timur, serta PT KAI Daop 8. “Kalau hanya manual dan kurang terang kan berbahaya bagi warga,” kata Cak Ji di Surabaya, Selasa (26/4/2022).

Berdasarkan UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, palang pelintasan bukan merupakan tanggung jawab PT KAI. Untuk itu, Cak Ji akan meminta dinas terkait untuk mengusulkan pengadaan perlintasan kereta yang terkadang dianggap liar dan tak memiliki palang pintu. “Nanti segera kami usulkan ya,” katanya.

Cak Ji yang langsung meninjau langsung lokasi kejadian pada Senin (25/4/2022) kemarin juga mengucapkan duka yang mendalam atas meninggal tiga pelajar asli Surabaya. “Kami atas nama Pemerintah Kota Surabaya menyampaikan belasungkawa semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan yang maha kuasa serta diberikan kekuatan untuk keluarga yang ditinggalkan,” pungkas Cak Ji.

Sementara itu, Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, pihaknya akan melakukan lakukan sosialisasi keselamatan perjalanan KA dan pengguna jalan dan pengecekan lintas khususnya wilayah Surabaya sebab ada beberapa perlintasan tanpa penjaga dan palang pintu.

“Kami tetap mengupayakan intens koordinasi dengan Pemkot setempat agar semua titik perlintasan yang tak terjaga di wilayahnya dilakukan evaluasi,” jelasnya.

Sesuai dengan PM 94 tahun 2018 tentang peningkatan keselamatan perjalanan KA, kata Luqman, untuk peningkatan keselamatan bisa dilakukan pembuatan pos dengan dilengkapi petugas jaga yang kompeten tentunya seizin Dirjenka.

“Selain itu kami menekankan bagi pengguna jalan yang akan melewati perlintasan sebidang, terdapat panduannya dalam UU 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Di pasal 114, bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu mulai ditutup, dan atau isyarat lain. Mendahulukan kereta api, dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas di rel,” katanya.

Luqman mengimbau kepada pemerintahan setempat agar segera melakukan tindak lanjut sesuai aturan yang berlaku. Bagi pihak kepolisian melakukan tindakan tegas bagi setiap pengendara yang melanggar rambu diperlintasan. “Dan kepada pengguna jalan kami minta kesadaranya untuk tertib dalam berlalulintas, agar perjalanan KA dan pengguna jalan tetap selamat, aman, dan lancar,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Satu unit Honda Brio nomor polisi L 1120 QC warna merah mengalami kecelakaan hebat pada Minggu malam (24/4/2022). Tiga penumpang di dalamnya, seluruhnya pelajar, tewas di tempat. Kondisi mobil rusak parah akibat hantaman kereta yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Body mobil pun ringsek.[asg/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar