Politik Pemerintahan

Cak Firman dan Ning Lia ‘Diserang’, Tokoh Eks Dolly Ikut Bicara

Cak Firman dan Ning Lia bersama Tokoh Masyarakat eks Lokalisasi Dolly

Surabaya (beritajatim.com) – Pernyataan Partai Gerindra Jatim yang memojokkan dua Bacawali Surabaya, Firman Syah Ali alias Cak Firman dan Lia Istifhama alias Ning Lia, langsung mendapat tanggapan dari simpul-simpul masyarakat Kota Surabaya. Di antaranya adalah Cak Wahyu Cahyonegoro sebagai simpul masyarakat eks Lokalisasi Dolly.

Cak Firman dan Ning Lia dinilai tidak percaya diri karena membawa-bawa nama keluarga besarnya.

Cak Wahyu Cahyonegoro yang juga filosof ini mengaku heran dengan pernyataan Partai Gerindra tersebut. Lelaki yang sehari-harinya dipanggil Cak Cahyo ini mengatakan tidak ada masalah dengan nama besar keluarga Cak Firman dan Ning Lia, karena pada dasarnya kedua tokoh muda tersebut tidak pernah menyebut nama keluarga.

“Latar belakang Cak Firman sebagai keponakan Prof Mahfud MD dan Ning Lia sebagai keponakan Gubernur Khofifah Indar Parawansa tersebut dipopulerkan oleh para pendukungnya masing-masing dan oleh media,” katanya, Rabu (28/8/2019).

Dalam sisi yang lain, kedua tokoh tersebut juga belum melakukan deklarasi untuk maju dalam kontestasi Pilwali Surabaya. Latar belakang Cak Firman dan Ning Lia sebagai aktivis yang berhasil menarik minat publik untuk mendukungnya.

Cak Cahyo sendiri sebagai tokoh muda merasa bangga dan terhormat berteman dengan Cak Firman dan Ning Lia sebagai tokoh-tokoh muda yang punya kapasitas, kapabilitas dan integritas serta berasal dari keluarga yang bersih dan berprestasi.

“Intinya saya bangga berteman dengan tokoh bersih dari keluarga bersih, semoga mereka berdua berhasil menjadi pemimpin Kota Surabaya tercinta,” pungkas Cak Cahyo. [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar