Politik Pemerintahan

Cairkan Kebekuan, Plt Bupati Undang 50 Anggota DPRD Jember ke Pendapa

Pelaksana Tugas Bupati Jember Abdul Muqiet Arief

Jember (beritajatim.com) – Pelaksana Tugas Bupati Abdul Muqiet Arief mencairkan kebekuan hubungan eksekutif dengan DPRD Kabupaten Jember. Ia mengundang 50 legislator untuk melakukan ramah-tamah di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (5/10/2020).

Ini untuk pertama kalinya 50 anggota DPRD Jember periode 2019-2024 menginjakkan kaki untuk acara resmi di pendapa sejak dilantik. “Sebagian teman mengistilahkan ini adalah kunjungan balasan, setelah saya mengunjungi kantor Dewan pada 28 September lalu,” kata Muqiet saat memberi sambutan.

Selama masa pemerintahan Bupati Faida, ketegangan terjadi antara lembaga eksekutif dan legislatif. Ketegangan merambat pada jajaran organisasi perangkat daerah yang nyaris tak pernah hadir untuk menghadiri undangan rapat dengar pendapat di gedung Dewan.

Anggota DPRD Jember dalam acara silaturahim di Pendapa Wahyawibawagraha

Bahkan terakhir, Bupati Faida terkena sanksi dari Kementerian Dalam Negeri, karena gagal mencapai kesepakatan bersama dengan DPRD Jember untuk mengesahkan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020. Saat ini, APBD Jember 2020 menggunakan payung hukum peraturan kepala daerah yang memiliki keterbatasan.

Begitu Faida cuti karena mengikuti kampanye pilkada, Muqiet yang semula menjadi wakil bupati diangkat menjadi pelaksana tugas oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dia menjabat hingga hingga 5 Desember 2020.

Muqiet sudah bertemu dengan Khofifah pada 26 September 2020. “Beliau mengatakan: ‘Pak Wabup, Panjenengan jadi Plt (Pelaksana Tugas) di Jember agak sedikit ruwet, karena kebetulan ada kerikil-kerikil. Tapi saya yakin Panjenengan bisa menjalin komunikasi dengan beberapa pihak, terutama anggota Dewan’,” katanya.

Muqiet mengingatkan, titik temu antara dirinya dengan para anggota DPRD adalah sama-sama menjabat karena dipilih rakyat Jember melalui mekanisme pemilihan umum yang demokratis. “Tentunya masyarakat sangat menunggu apa kira-kira yang bisa kita lakukan untuk memajukan Jember dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Perbedaan, menurut Muqiet, adalah hal biasa. “Media silaturahim menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kita,” katanya.

Muqiet mengatakan, pertemuan antara dirinya dan para anggota DPRD adalah rezeki masyarakat Jember. “Eksekutif dan legislatif bisa saling bersinergi, bisa saling menguatkan satu sama lain, insya Allah masyarakat Jember bisa merasakan manfaatnya,” katanya. Muqiet percaya, selama komunikasi terjalin, segala persoalan bisa diselesaikan. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar