Politik Pemerintahan

Cabup Nasdem: Kalau Tak Bisa Pimpin Rumah Tangga, Jangan Bermimpi Ingin…

Hendy Siswanto Cabup Jember 2020-2025

Jember (beritajatim.com) – Hendy Siswanto, kandidat bupati Jember, Jawa Timur, yang diusung dan didukung Partai Nasional Demokrat, menilai, problem utama di kota itu adalah tidak harmonisnya hubungan lembaga eksekutif dan legislatif.

“Ibarat satu keluarga, kalau kepala daerah itu kita ibaratkan suami dan istrinya adalah DPRD. Suami-istri ini harus bersatu. Kalau kita tidak bisa memimpin rumah tangga kita, jangan bermimpi ingin memimpin yang lebih besar,” kata Hendy, dalam acara sosialisasi dan deklarasi dukungan yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Jember, di gedung bioskop Kota Cinema Mall, Sabtu (15/8/2020).

“Kuncinya sederhana: kalau namanya eksekutif dan legislatif tidak sinkron dan apalagi tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik, tentu anak-anaknya terlantar. Siapa anak-anaknya? Kita. Suami dan istri yang tidak bisa berjalan baik, anaknya pasti terlantar,” kata Hendy.

“Apapun program (pembangunan), suami istri harus bergabung, saling kontrol di situ. Jadi itu titik tolak pertama, kalau Jember ingin maju, legislatif, eksekutif, yudikatif harus jadi satu,” kata Hendy. Ia ingin eksekutif dan legislatif akur.

Hendy mengingatkan agar hak eksekutif dan legislatif diberikan. “Kalau eksekutif menerima haknya, maka hak legislatif wajib diberikan. Kalau tidak diberikan, tidak saling isi satu sama lain, mustahil Jember maju. Pasti kami masyarakat yang akan menanggung akibatnya,” katanya.

Hendy berpasangan dengan Muhammad Balya Firjaun Barlaman, seorang tokoh NU.  “Kami akan mengembalikan hak masyarakat Jember sebenarnya, kami normalkan kembali Jember sesuai aturan yang ada. Kami akan menuntaskan pengangguran, sembako murah, dan infrastruktur,” katanya. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar