Politik Pemerintahan

Cabup M.Qosim Dinobatkan Jadi Bapaknya Gresik Selatan

Gresik (beritajatim.com) – Cabup M.Qosim dinobatkan jadi bapaknya Gresik Selatan saat berkunjung di Wisata Lontar Sewu Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Gresik. Saat berada di lokasi mendapat sambutan dari warga setempat. Bahkan, Rais Syuriah MWC NU Menganti, K.H Imam Chanafi juga turut mendampingi.

“Surban ini simbol Pak Qosim sebagai ‘Bapaknya’ Masyarakat Gresik Selatan,” ujar Kiai Chanafi setelah memberikan sambutan atas kedatangannya Pak Qosim, Senin (12/10/2020).

Selayaknya seperti orang tua, KH. Imam Chanafi, ketika nanti terpilih sebagai Bupati Gresik bersama dr. Asluchul Alif selaku calon wakilnya (Cawabup) akan bertanggung jawab atas hajat hidup masyarakat Gresik di semua bidang. “Tanggung jawab beliau sebagai pemimpin itu ibarat Bapak terhadap keluarganya,” ujarnya.

M.Qosim menyebut satu kunci keberhasilannya adalah memegang teguh amanah yang diemban. “Saya diamanahi menjadi Wabup Gresik mendampingi Bupati Sambari Halim Radianto,” katanya.

Dihadapan warga, M.Qosim tidak banyak mengobral janji. Dia hanya menjabarkan visi dan misinya yang telah digagas bersama dengan pasangannya Cawabup dr. Asluchul Alief.

“Njenengan (kalian) semua insyaallah sudah tahu apa visi misi pasangan QA (Qosim-Alif). Nanti bila saya dan Mas Alif ditakdirkan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik, monggo (silahkan) ditagih bila ada visi misi dan program kami yang tidak jalan,” urainya.

Sementara, Cawabup Gresik Asluchul Alif dalam agenda sambung rasa dengan masyarakat Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Gresik menyatakan segera merespon terkait permasalahan warga.

Warga yang hadir juga sempat berdialog langsung dengan Alif, dan menyampaikan beberapa harapannya. Antara lain berharap adanya perbaikan infrastruktur mulai dari kondisi jalan yang bergelombang dan berlubang, sepak bola, embung desa hingga banjir menahun.

“Jalan sepanjang Cerme dari Bunder hingga Morowudi bergelombang dan berlubang. Banyak warga Cerme jadi korban kecelakaan lalu lintas,” curhat Kusriyanto, warga setempat.

Soal permasalahan banjir, Ketua Muslimat NU Cerme, Siti Jumaiyah meminta kepada paslon QA jika terpilih nanti secepatnya menuntaskan persoalan kali Lamong tersebut. Sehingga Cerme dan sekitarnya bebas dari banjir. “Warga Cerme dan Gresik Selatan tidak muluk-muluk, hanya minta banjir tahunan bisa hilang,” harapnya.

Merespon semua harapan itu, Alif menjelaskan, untuk melakukan normalisasi Kali Lamong ada beberapa langkah yang dilakukan pemerintah daerah. Salah satunya tahapan studi LARAP (Land Acquisition and Resetlement Action Plan) yang perkembangannya saat ini sudah selesai di era pemerintahan Sambari-Qosim (SQ). “Jadi nanti siapapun bupatinya, yang insyaallah Qosim-Alif tinggal eksekusi, tinggal dijalankan saja,” tandasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar