Politik Pemerintahan

Cabup Kediri Dhito Prihatin Nasib Petani Cabai di Masa Pandemi

Kediri (beritajatim.com) – Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono mengatakan, penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di sejumlah daerah akibat pandemi Covid-19 memukul berbagai sektor perekonomian. Tak terkecuali produksi cabai yang menjadi sentra di Kabupaten Kediri.

Mas Dhito, panggilan akrab putra Seskab Pramono Anung itu merasa prihatin dengan nasib para petani cabai dimasa pandemi. Mereka terpaksa kehilangan puluhan juta ton hasil produksi akibat kebijakan PSBB beberapa waktu lalu.

“Puluhan juta ton harus dimusnahkan, karena kondisi PSBB kemarin di sejumlah kota besar seperti Surabaya, Jakarta dan sebagainya. Mau tidak mau distribusi cabe akhirnya terhambat. Sedangkan kita punyai suplai pertahun itu 180 juta,” katanya usai mengikuti kegiatan rapat konsolidasi PPIR dan pemantapan kader Partai Gerindra, pada Senin (23/11/2020).

Menurut pria 28 tahun itu, seharusnya, disaat distribusi terhambat, Pemerintah Kabupaten Kediri bisa terjun langsung turun tangan melakukan diservikasi produk. Sehingga, produksi cabai petani bisa terserap.

“Entah itu harus dijadikan cabe olahan, cabe bubuk dan sebagainya,” ungkapnya.

Diakuinya, selain masalah terhambatnya distribusi akibat PSBB, belakangan pabrik besar enggan untuk menyerap hasil produksi petani. Hal tersebut disebabkan adanya pemanfaatan pupuk kimia sebagai bahan penyubur tanaman.

“Persoalanya pabrikan besar, itu tidak menginginkan untuk menggunakan cabe dengan cabe yang diberikan pupuk kimia. Makanya kita sampaikan, bahwa satu satunya solusi kita tetap menanam cabe, tapi kita lakukan dengan pupuk organik,” tutupnya. [nm/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar