Politik Pemerintahan

Cabup Kediri Dhito Pramono Tinjau Banjir Tarokan

Kediri (beritajatim.com) – Calon Bupati Kediri Hanindhito Pramono mengunjungi lokasi bencana banjir di Kecamatan Tarokan. Putra Seskab Pramono Anung itu turun langsung meninjau sejumlah desa terdampak.

Sedikitnya ada tiga desa terdampak. Masing-masing, Desa Janti, Cengkok dan Kedung Sari, di Kecamatan Tarokan. Hujan deras selama 12 jam tanpa henti mengakibatkan daerah tersebut terendam banjir.

Dhito mengaku sudah memonitor kejadian itu sejak malam saat kejadian. Menurutnya kondisi bencaana banjir yang terjadi dikarenakan tanggul Sungai Kolokoso jebol.

“Kejadian ini sebenarnya menjadi hal yang lumrah, tadi waktu saya tanyakan kepada warga sekitar. Mereka sudah tidak heran, sebenarnya dengan kondisi banjir. Salah satunya aliran sungai dibagian atas harus diperhatikan, ” kata Cabup Kediri yang unggul sementara dari kolom kosong dalam hitung cepat.

Pria yang hobbi makan nasi tiwul ini mengusulkan salah satu cara untuk mengatasi persoalan banjir di kawasan itu. Menurutnya perlu adanya dua embung berukuran besar yang ada dibagian atas untuk menampung air.

“Jadi nanti saya coba usulkan, untuk dibuatkan dua embung besar dibagian atas. Jadi kalau aliran air deras bisa ditampung diatas. Begitu masuk musim kemarau baru dibuka,artinya debit air ini tidak datang secara bersamaan,” idenya.

Faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya banjir, kata pria 28 tahun itu dikarenakan adanya penyempitan aliran sungai karena sumbatan sampah.

“Ini memang perlu normalisasi, cuma normalisasi saja tidak cukup. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Kediri, saya masih sngat menghormati ibu Bupati Kediri sekarang, harus berkomunikasi dengan Kabupaten lain karena tadi aliran sungai mengarah ke Nganjuk juga mengalami penyempitan,” bebernya.

Dhito meninjau langsung ke lokasi banjir sebagai warga Kabupaten Kediri yang ingin mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan. Hal ini dimaksudkan agar dirinya nanti memiliki gambaran atau cara untuk mengatasi banjir tahunan yang terjadi di Kecamatan Tarokan.

“Saya datang kesini, masih belum sebagai siapa-siapa. Masih warga Kabupaten Kediri yang mau tahu kondisi di lapangan. Supaya saya bisa memiliki gambaran bagaimana mensiasati banjir tahunan yang terjadi di Tarokan nantinya,” tutupnya. [nm/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar