Politik Pemerintahan

Cabup Gerindra: Penundaan Pilkada Jember adalah Berkah

Jember (beritajatim.com) – Djoko Susanto, calon bupati yang direkomendasikan Partai Gerindra, menyebut penundaan pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebagai berkah. Wabah Covid-19 membuat pilkada serentak yang rencananya digelar pada September 2020 ditunda.

“Sebetulnya apapun yang terjadi tergantung dari mana kita melihat. Kalau saya melihat dari sisi khusnuzon, dari sisi prasangka baik: bahwa penundaan pilkada akibat Covid-19 ini saya maknai sebagai berkah saja, saya maknai dari sisi hikmahnya,” kata Djoko, usai penyerahan bantuan sosial beras bersama Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Jember, Minggu (3/5/2020).

Djoko mengibaratkan proses pilkada sebagai pertandingan lari. “Kalau bicara stamina, ibarat lari, kita tahu yang kita tempuh adalah lomba maraton, kenapa kita harus menggunakan lari cepat. Intinya kan seperti itu,” katanya.

Komunikasi dengan partai politik lain selalu dilakukan. “Tapi kan pakai irama. Kita akan menyesuaikan dengan irama dan waktu,” kata Djoko.

Bupati Jember 2005-2015, Muhammad Zainal Abidin Djalal, mengingatkan kepada Djoko dan Partai Gerindra agar mampu membaca dan memanfaatkan setiap momentum. “Wabah corona dan puasa adalah momentum. Kalau tidak kita manfaatkan, rugi besar. Kami dulu (saat pilkada tahun 2005) membuka posko makan gratis di semua desa,” katanya.

Saat ini, Djoko dan Partai Gerindra memberikan bantuan kepada warga yang terdampak Covid-19. Ada lima ribu bungkus beras yang disalurkan kepada warga yang kurang mampu. “Ini membantu pemerintah untuk menangani dampak Covid-19,” kata Djoko. Sebelumnya dilakukan pembagian masker, hand sanitizer, dan penyemprotan disinfektan di sejumlah lokasi. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar