Politik Pemerintahan

Cabup-Cawabup Gresik Teken Deklarasi Siap Terpilih dan Tidak Terpilih

Gresik (beritajatim.com) – Dua hari menjelang pemungutan suara Pilkada Gresik, Cabup-Cawabup meneken deklarasi damai siap terpilih dan tidak terpilih.

Deklarasi sejumlah forkopimda di antaranya Kapolres AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Letkol Inf Taufik Ismail serta Cabup-Cawabup Paslon nomor 1 M.Qosim-Asluchul Alif (QA) dan Cabup-Cawabup paslon nomor urut 2 Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) serta lembaga penyelenggara pemilu.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menuturkan, selama pelaksanaan kampanye hingga memasuki minggu tenang, tidak terdapat permasalahan yang menonjol.

“Dua hari menjelang pelaksanaan pemungutan suara, kami berharap kepada para paslon tetap bersama-sama menjaga situasi di Kabupaten Gresik,” tuturnya, Senin (7/12/2020).

Alumni Akpol 2001 itu juga menegaskan paslon yang maju di Pilkada Gresik menekankan kepada pendukungnya memberikan imbauan juga menjalankan protokol kesehatan pada saat ke TPS.

“Protokol kesehatan tetap dikedepankan. Jangan sampai ada kerumunan di TPS apalagi mengerahkan massa,” ujar Arief Fitrianto.

Kendati demikian lanjut dia, pihaknya tetap memwaspadai ada kemungkinan oknum yang berupaya melakukan sabotase pelaksanaan tahapan pemungutan suara.

“Ada dua item yang kami waspadai menjelang pemungutan suara. Yakni, penggiringan opini dengan cara menyebarkan berita hoax di media sosial pasca pelaksanaan deklarasi damai. Selanjutnya, penyebaran kluster baru dalam penyelenggaraan Pilkada Gresik,” tuturnya.

Terkait dengan itu kata Arief Fitrianto, anggotanya di lapangan mengoptimalkan Unit Intelkam Polsek jajaran untuk melaksanakan penggalangan terhadap jajaran tim pemenangan masing-masing paslon. Selain itu, tim humas kami juga
melaksanakan cyber patrol yang bertujuan untuk mencari berita hoaks yang disebarkan melalui media sosial. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar