Politik Pemerintahan

Debat Publik Putaran II Pilkada Jember 2020

Cabup Abdus Salam: Ambulans Desa Bukan Solusi pada Masa Pandemi

Jember (beritajatim.com) – Calon bupati Abdus Salam dan calon wakil bupati Ifan Ariadna mempertanyakan fungsi ambulans desa dalam menangani sektor kesehatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kunci solusi penanganan kesehatan ada pada puskesmas.

Salam lebih memilih mengembangkan pusat kesehatan masyarakat yang tersebar di desa-desa dan kecamatan-kecamatan. Menurutnya, setiap sakit, masyarakat tidak harus langsung dikirim ke rumah sakit. “Kita masih memiliki puskesmas-puskesmas dan Pustu-Pustu (Puskesmas Pembantu),” katanya, dalam debat calon bupati dan wakil bupati Jember putaran kedua, di Studio JTV, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/11/2020) malam.

Menurut Salam, puskesmas adalah solusi bagi kesehatan masyarakat. “Karena kalau langsung dibawa ke rumah sakit, persepsi masyarakat yang tadinya sakit demam, sakit gigi, dan sakit kepala, akan ada psikis yang tertekan. Apalagi pada masa pandemi seperti ini, ambulans bukan solusi malah jadi hantu buat masyarakat,” katanya.

Salam juga mempertanyakan soal biaya penggunaan ambulans desa. “Saya dengar ada biayanya untuk perjalanan ke rumah sakit. Maka di sini saya berharap, puskesmas menjadi solusi untuk kesehatan,” katanya.

“Mungkin program ambulans (desa) itu niatnya baik. Tapi pada kenyataannya, prosesnya, fungsi controlling pemerintah tidak berjalan maksimal. Ambulans tersebut pada realita di lapangan bisa dibisniskan oleh oknum-oknum tertentu,” kata Ifan.

“Keberadaan ambulans bukan prioritas utama, karena yang harus kita utamakan adalah bagaimana mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat, memberikan kemudahan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Masyarakat yang sakit tidak sekonyong-konyong dibawa ke rumah sakit di kota, karena masyarakat kalau di kota pasti ada tambahan biaya,” kata Ifan.

Namun, Faida, calon bupati petahana, mengatakan, ambulans desa berbeda dengan transportasi umum dan digunakan untuk kondisi kedaruratan. “Orang kaya pun sopirnya tidak stand by 24 jam. Orang melahirkan walau punya tiga mobil, sopirnya tidak stand by 24 jam,” katanya.

Faida juga memastikan bahwa penggunaan ambulans desa itu gratis. “Kalau ada yang berbayar, tolong laporkan kepada kami, karena kami sudah mengumumkan kepada semua pihak: bukan untuk membawa ke kota, tapi untuk membawa layanan terdekat,” katanya.

Salam berbicara berdasarkan fakta di lapangan. “Silakan di-cross check,” katanya. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar