Politik Pemerintahan

Butuh Kerjasama Masyarakat untuk Atasi Banjir di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Kerjasama seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah menjadi salah satu keharusan untuk mengantisipasi sekaligus mencegah adanya bencana banjir, khususnya saat memasuki musim penghujan tahun ini.

Terlebih bencana banjir yang sempat terjadi di wilayah perkotaan Pamekasan, Sabtu (13/4/2019) lalu. Justru sangat mengkhawatirkan dan tentunya menjadi trauma tersendiri bagi masyarakat, bahkan kejadian tersebut juga mengulang kejadian serupa yang terjadi pada 2001 silam.

“Prinsipnya dibutuhkan kerjasama dari semua pihak untuk mengantisipasi bencana banjir seperti sebelumnya, termasuk peran serta masyarakat. Karena bencana ini tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah semata,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Pemkab Pamekasan, Muharram, Minggu (8/11/2020).

Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab saat ini potensi bencana banjir khususnya di wilayah perkotaan Pamekasan memang sangat memprihatinkan. Salah satunya menyusul kurangnya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama melakukan berbagai langkah antisipatif atas bencana banjir.

“Memang selama ini kita sudah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi sekaligus mencegah adanya bencana ini, termasuk menjalani komunikasi intens bersama sejumlah instansi terkait. Sehingga saat ini dibututuhkan kerjasama dari masyarakat untuk bersama-sama melakukan langkah serupa,” ungkapnya.

Dari itu, pihaknya juga berencana menjalin komunikasi intens bersama instansi terkait untuk melakukan upaya pengerukan pendalaman sungai di titik dangkal. Karena hal itu menjadi salah satu penyebab banjir maupun genangan air di wilayah perkotaan Pamekasan.

Termasuk juga dengan instansi lain, semisal Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan lainnya. Sehingga potensi banjir maupun genangan air dapat diminimalisir dan diantisipasi segera mungkin. “Kami yakin dengan kerjasama seluruh pihak, bencana banjir ini dapat kita antisipsi sesegera mungkin, tidak terkecuali peran serta masyarakat,” jelasnya.

“Sebenarnya banyak faktor penyebab yang mengakibatkan bencana banjir, semisal kedangkalan aliran sungai, sampah hingga kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengantisipasi banjir. Apalagi bencana banjir di Pamekasan, juga akibat kiriman air dari wilayah pantura,” pungkasnya. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar