Politik Pemerintahan

Buruh yang Terimbas Krisis Covid Perlu Difasilitasi Jadi Pelaku UMKM

Anggota Komisi D DPRD Jember dari Fraksi Partai Nasdem Dannis Barlie Halim

Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 1.286 orang dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jember, Jawa Timur, telah diputus hubungan kerja atau dirumahkan oleh perusahaan, karena dampak pandemi Covid-19. Anggota parlemen melihat sektor usaha mikro kecil dan menengah bisa jadi solusi.

Anggota Komisi D DPRD Jember dari Fraksi Partai Nasdem Dannis Barlie Halim mengatakan, pandemi ini tak bisa dihindari oleh pemerintah dan perusahaan. “Tapi kita harus sikapi. Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi dan UMKM agar memetakan pekerja yang dirumahkan dan di-PHK,” katanya, Jumat (3/7/2020).

Dari hasil pemetaan ini, Pemerintah Kabupaten Jember bisa mulai menyalurkan bantuan modal dan pelatihan untuk para pegawai ini agar berwirausaha. “Biar perekonomian di tingkat mikro tetap berjalan. Kita benar-benar diuji bagaimana insting kita berwirausaha,” kata Dannis.

Dannis menilai, pemerintah harus mengawal stimulus kegiatan tersebut. “Tidak ada pilihan. Kita tidak bisa menyalahkan perusahaan. Kita tuntut kemandirian pekerja yang dirumahkan dan di-PHK untuk menggunakan keterampilan mereka,” katanya.

Terpisah, Agusta Jaka Purwana, pengusaha ekspor tembakau cerutu di Tarutama Nusantara, mengatakan, pihaknya sudah mulai memgupayakan agar para pegawai juga berwirausaha. Perusahaan mendukung agar hasil wirausaha mereka bisa dipasarkan melalui internet. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar