Politik Pemerintahan

Bursa Pilwali Surabaya, Tokoh Golkar Masuk 3 Besar

Surabaya (beritajatim.com) – Meskipun tahapan Pilwali Kota Surabaya masih akan diadakan di 2020, namun beberapa nama nyatanya telah berada di benak warga Kota Pahlawan sebagai sosok yang layak disebut sebagai Calon Wali Kota. Hal itu tersurat dari hasil riset yang dirilis Surabaya Survey Center.

Pada hasil survei yang dilakukan dengan pola top of mind, nama Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana berada di posisi pertama. “Wisnu Sakti mendapatkan 12.1 persen suara. Di posisi dua, Ia diikuti oleh Puti Guntur Soekarno yang mendapatkan 11.3 persen,” kata Direktur SSC Mochtar W. Oetomo.

Di posisi ketiga, lanjut Mochtar, muncul nama politisi Golkar Adies Kadir yang mendapatkan total 6.4 persen. “Diikuti oleh Armuji dengan 2.2 persen,” tambahnya.

Beberapa nama yang mengejutkan muncul dengan perolehan di kisaran 1 persen pada pola survei dengan cara ini. Beberapa diantaranya adalah Ahmad Dhani dan Fandi Utomo

“Kalau di kisaran 1 persen, yang paling tinggi adalah Ahmad Dhani dan Azrul Ananda dengan perolehan sama 1.9 persen. Lalu secara berurutan adalah Fandi Utomo dengan 1.5 persen, Arzeti Bilbina dengan 1.3 persen, Masfuk yang Ketua PAN dengan 1.2 persen, Bayu Airlangga dengan 1.1 persen, terakhir Ipong Muchlisoni dengan 1 persen,” urai Mochtar lebih lanjut.

“Yang berada di kisaran 0 persen juga ada. Secara berurutan, tokoh senior PDIP Surabaya Saleh Ismail Mukadar dengan 0.9 persen, Ketua DPRD Jatim Halim Iskandar dengan 0.7 persen, M. Habibur Rahman yang merupakan putra Gus Ali bersama dengan mantan Kapolda Jatim Mahfud Arifin yang mendapatkan 0.5 persen. Untuk perolehan 0.3 persen, ada beberapa tokoh yang mendapatkan poin ini. Diantaranya Renville Antonia, Sri Untari, M. Abid Umar, Musyafak Rouf, Hendro Gunawan, Eri Cahyadi, dan Dyah Katarina. Begitu pula untuk perolehan 0.2 persen, juga ada beberapa tokoh yang mengantongi jumlah ini. Yaitu Agus Maimun, M. Nur Arifin, Nurwiyatno, dan Suko Widodo,” beber Mochtar.

Di sisi lain, menurut Mochtar, tingkat undecided voters pada survei jenis ini juga cukup tinggi. “Sebanyak 49.5 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab dan 1.1 persen sisanya menjawab lain-lain,” pungkasnya.

Sebagai informasi, hasil yang dirilis oleh SSC pada kesempatan ini berdasarkan pada survei yang dilaksanakan mulai 20-31 Desember 2018 di 31 Kecamatan di Kota Surabaya. Riset yang dilakukan menggunakan 1000 responden melalui teknik stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih sebanyak 3.1 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. [ifw/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar