Politik Pemerintahan

Bupati: Yang Penting Persid Jember Ikut Liga 3, Ini Bukan Pegadaian

Bupati Jember Hendy Siswanto

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto tak terlalu risau dengan penolakan tiga anggota dewan pembina Yayasan Persid Jember untuk menandatangani berita acara penyerahan yayasan di hadapan notaris, di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Tidak apa-apa. Yang penting Persid ikut Liga 3 dan harus juara. Soal surat-menyurat itu gampang,” kata Hendy kepada┬áberitajatim.com, Sabtu (19/6/2021) malam.

Hendy memastikan Persid akan mendaftarkan Persid untuk ikut Liga 3. “Gelem teken gak gelem teken sak karepe wis (mau tanda tangan atau tidak terserah). Sing penting surate serahkan aku, nanti diurus aturannya bagaimana. Yang penting Jember ikut Liga 3. Wajib,” katanya.

“Surat-menyurat, tarik-menarik, aku kate nggawe maneh yayasan. Yayasan Jember Hebat. sak karepe. Surat-menyurat gampang. Yang penting intinya di Jember ada Liga 3. Orang perlu main bola. Bukan masalah surat-suratan. Orang gak ikhlas, sak karepe dewe,” kata Hendy.

“Pokoknya harus melok bal-balan (sepak bola). Guduk urusan surat-menyurat. Guduk pegadaian iki. Main bal-balan. Yang penting sampeyan tulis di situ: kita harus punya semangat kebersamaan dan ikhlas tulus kanggo Jember. Ojo sak karepe dewe, sopo wae wonge nang Jember. Ngono, Bos. Sampeyan tulis itu. Kene pengen nyotok (saya ingin mendorong), kono ngomong surat maneh (di sana bicara soal surat lagi), kapan bal-balane, Pak? Bal-balan yang penting.”

Konflik internal terjadi antara kepengurusan Yayasan Persid Jember yang diketuai Sholahuddin Amulloh alias Jo dengan Sunardi, salah satu anggota DPRD Jember, yang juga mengklaim sebagai ketua yayasan. Gara-gara konflik ini, Persid terancam gagal mengikuti kompetisi Liga 3 tahun ini, karena PSSI Jawa Timur menolak keikutsertaan klub tersebut jika masih ada dualisme.

Bupati Hendy Siswanto pun turun tangan. Setelah Sunardi menyerahkan sepenuhnya persoalan Yayasan Persid Jember kepadanya, Hendy langsung mengumpulkan dewan pembina dan pengawas di Pendapa Wahyawibawagraha, Minggu (6/6/2021). Tiga hari setelah pertemuan, dewan pembina meluncurkan surat kepada bupati yang ditandatangani Suparno sebagai ketua dewan pembina.

Surat itu berisi tiga poin. Pertama, menyerahkan Yayasan Persid Jember kepada bupati. Kedua, Dewan Pembina sepakat meminta bupati menjadi ketua pembina Yayasan Persid Jember. Ketiga, memberikan kewenangan sepenuhnya kepada bupati untuk menyusun kembali atau mengganti personel yang ada dalam Yayasan Persid Jember.

Penyerahan surat itu bukan berarti konflik berakhir. Tiga orang pembina menolak menandatangani berita acara penyerahan Yayasan Persid Jember di hadapan notaris yang merupakan tindak lanjut surat tersebut.

Tiga orang pembina yang menolak itu adalah ketua dewan pembina Suparno (mantan kepala Dinas Pemuda dan Olahraga) dan dua anggota pembina, Agus Rizky (Ketua Umum Berni, kelompok suporter sepak bola Jember) dan Wagino (mantan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia).

Mereka mempertanyakan kenapa tak ada satu pun personel dari kubu Suparno yang diakomodasi dalam komposisi yayasan yang baru. “”Harus ada komitmen jelas, bahwa bupati berjanji akan menggabungkan semua kubu. Jangan seenaknya dihilangkan. Masa tidak ada satu pun dari kita,” kata Agus. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar