Politik Pemerintahan

Bupati Sugiri Sancoko Bongkar Pagar Pembatas Pasar Eks Stasiun

Pembongkaran pagar pembatas disambut gembira oleh pedagang di pasar eks stasiun. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pagar permanen sepanjang kurang lebih 70 meter yang membatasi pasar eks stasiun di jalan Soekarno-Hatta dibongkar. Pasalnya pagar yang dibangun pada tahun 2019 lalu dinilai batasi ruang gerak dari pedagang dan pembeli di pasar tersebut.

“Ini kemanusiaan, pedagang butuh hidup, pembeli juga butuh kenyamanan, maka pagar ini kami bongkar,” kata Bupati Sugiri Sancoko usai memantau pembongkaran pagar tersebut, Rabu (3/3/2021).

Usai dibongkar, kata Giri jalur tersebut akan diberi berbagai ornamen. Mulai dari bunga-bunga hingga lampu hias, supaya kelihatan rapi dan bersih. Nah, kerapian dan kebersihan ini nantinya yang menjaga ya pedagang itu sendiri. Selama ini Giri menyebut pedagang tidak berasa dikurung, namun kurang bebas saja. “Dengan bebas ini mereka justru akan muncul kesadaran yang luarbiasa untuk menjaga kebersihan dan kerapian pasar eks stasiun ini,” katanya.

Jika pasar legi nantinya sudah mulai bisa ditempati, maka semua pedagang termasuk di pasar eks stasiun juga wajib pindah ke pasar yang baru, jika sudah mendapat ruang disana. Namun, kemudian ada pedagang yang belum mendapatkan tempat, Sugiri menyebut pihaknya akan mencarikan solusi yang terbaik. “Saya sarankan semua pedagang harus pindah ke pasar legi baru. Ini diserahkan ke PT. KAI, misalnya bisa dibuat menjadi pasar antik,” pungkasnya.

Sementara itu Suwarni, penjual nasi di pasar tersebut mengaku senang pagar pembatas itu akhirnya dibongkar. Dirinya dulu tidak tahu apa-apa. Tahu-tahu pemerintah byang dulu melakukan pemagaran. Sehingga membuat para pedagang seperti dikurung. “Alhamdulillah pagarnya sudah dibongkar. Semoga jualannya lancar, enak go nyambut gawe,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar