Politik Pemerintahan

Jelang Hari Pahlawan, ASN Gresik Main Drama Kolosal

Bupati Sambari Berperan Jadi Bung Tomo

Gresik (beritajatim.com) – Menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 2019, jajaran pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Gresik akan menampilkan drama kolosal perjuangan.

Sebagai persiapan terkait dengan kegiatan itu, seluruh peserta pendukung drama kolosal melakukan gladi bersih.

Drama kolosal yang diikuti sekitar 500 orang ini melibatkan juga Bupati Sambari Halim Radianto yang berperan sebagai Bung Tomo. Sementara Wakil Bupati Mohammad Qosim berperan sebagai KH. Hasyim Asyhari, dan Plh Sekda Gresik, Nadlif berperan sebagai Gubernur Soeryo.

Beberapa peran yang lain yang tak kalah penting yaitu, Asisten I Tursilowanto Hariogi berperan sebagai Panglima Sudirman. Kadis Pariwisata, Halomoan Sinaga mendapat peran sebagai tentara Belanda bersama Sekretaris DPRD Gresik, Dharmawan yang berperan sebagai petinggi tentara Belanda.

“Saudara-saudara, jangan mulai menembak. Baru kalau kita ditembak maka kita akan ganti menyerang mereka. kita tunjukkan bahwa kita orang-orang yang benar-benar ingin merdeka. Sikap kita, lebih baik hancur dari pada kita dijajah.” teriak Sambari saat memerankan sebagai tokoh Bung Tomo, Jumat (8/11/2019).

Wabup Qosim yang diplot sebagai KH Hasyim Asyhari saat drama kolosal tersebut menyampaikan resolusi jihadnya.

“Bismillahirrohmanirohim, Hukum mempertahankan kemerdekaan dan membela tanah air bagi kita ummat Islam adalah Jihad fisabilillah. Niatkanlah menegakkan agama dan membela membela negara. Kalau kalian mati, Insya Allah akan syahid dan masuk surga,” ungkap Qosim dalam perannya.

Drama Kolosal Pemkab Gresik ini akab berlangsung besok seusai upacara. Seluruh peserta drama kolosal ini akan mengenakan pakaian sesuai peran dan plot ceraitanya. Ada yang sebagai pejuang, tantara TKR, tantara Belanda, sebagai petani, sebagai penjual di pasar, sebagai abang becak dan lain-lain. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar