Politik Pemerintahan

Bupati Pamekasan Tegaskan Soal Wabup Dibahas Pasca Peringatan 100 Hari Alm Raja’e

Bupati Pamekasan, Badrut Taman (kiri) bersama Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rahman (kanan) saat diwancarai wartawan pasca Sidang Paripurna di Gedung Wakil Rakyat, Jl Kabupaten 107, Senin (15/2/2021).

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menegaskan pembicaraan tentang masalah posisi jabatan wakil bupati yang tengah kosong, akan dibicarakan setelah selesai peringatan 100 hari meninggalnya Almarhum Raja’e.

Hal tersebut merupakan bentuk komitmen dirinya bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, khususnya pasca rapat paripurna dalam rangka pengumuman usulan pemberhentian Wakil Bupati Pamekasan, Periode 2018-2023, Raja’e, Senin (15/2/2021) kemarin.

Dalam rapat paripurna tersebut, Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e diberhentikan secara terhormat karena mangkat atau meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya di RSUD dr Soetomo Surabaya, Kamis (31/12/2020) lalu. Sehingga posisi wakil bupati kosong dalam sebulan terakhir.

“Kami bersama Pak Ketua dan seluruh pimpinan DPRD Pamekasan, sudah sepakat bahwa pasca paripurna sudah ada pembahasan. Berikutnya akan akan mulai membuka pembahasan setelah 100 hari peringatan wafatnya almarhum (Raja’e),” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam.

Dari itu pihaknya berharap semua pihak, termasuk awak media agar selalu bisa menciptakan suasana kondusif. Khususnya mengenai pembicaraan siapa pengganti almarhum Raja’e. “Senang sekali jika rekan-rekan wartawan bisa mendorong nuansa sejuk, sebab saat ini kita masih berduka,” ungkapnya.

“Duka ini semestinya tidak untuk dimanfaatkan menjadi hal yang kontroversi, sebab duka ini untuk kita semua. Karena itu kami sepakat bersama Ketua DPRD (Fathor Rahman) untuk membahas soal posisi wabup setelah peringatan 100 hari wafatnya Almarhum Pak Raja’e,” sambung Badrut Tamam.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dan koordinasi bersama pimpinan parpol pengusung dirinya bersama Raja’e. “Kami juga sudah bertemu dengan para pimpinan parpol pengusung, alhamdulillah mereka juga sepakat membahas hal ini pasca 100 hari wafatnya Pak Raja’e,” tegasnya.

“Jadi soal sumber informasi, kalau dari eksekutif langsung kepada kami. Termasuk juga dari DPRD (Pamekasan), informasi soal ini bisa langsung dari Pak Ketua DPRD. Apalagi saat ini seluruh elemen masyarakat Pamekasan, masih dalam suasana duka,” jelasnya.

Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat, agar selalu memberikan doa terbaik kepada almarhum Raja’e. “Mari kita bersama mendoakan alhamrhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, diampuni segala dosa dan khilaf, keluarga selalu diberikan kesabaran dam putra putrinya mendapatkan pendidikan yang layak dan menjadi orang mulia,” harapnya.

“Jadi prinsip utama dari sidang paripurna itu, memberikan kepastian hukum bahwa almarhum (Raja’e) diberhentikan secara terhormat karena alasan wafat dan dalam keadaan baik dan baik. Sekaligus untuk memberikan laporan kepada Pemerintah Pusat melalui Gubernur Provinsi Jawa Timur,” tegas Ra Badrut (sapaan akrab Badrut Tamam).

Selain itu, paripurna tersebut sebagai upaya untuk memastikan proses pengurusan administrasi berikutnya. Salah satunya berkaitan dengan hak pensiun. “Sebagai mantan pejabat negara, wakil bupati berhak mendapatkan pensiun. Sehingga paripurna ini sebagai landasan awal untuk segera mengurus pensiun bagi keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya. [pin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar