Politik Pemerintahan

Bupati Pamekasan Nilai Sistem QRIS Efisien dan Cepat

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menilai model pembayaran non tunai sistem Quick Response Code Indonesia Standart (QRIS) dan Transaksi Elektronik sebagai salah satu model pembayaran cepat, praktis dan terpercaya.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Launching Implementasi Layanan Pembayaran Non Tunai Sistem QRIS dan Transaksi Elektronik di Kompleks Pasar 17 Agustus Jl Pintu Gerbang, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kamis (12/3/2020).

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Totok Hartono, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mendampingi Kepala Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV Jawa Timur, Dafi Achmad Johansyah beserta rombongan.

“QRIS ini adalah model pembayaran yang lebih cepat, bisa dipercaya dan mudah untuk segala macam jenis pembayaran. Bahkan kami Pemkab Pamekasan sudah melakukan pembayaran non tunai mulai dari gaji sampai beberapa hal lainnya sejak Januari 2020 lalu,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam.

Selain itu pihaknya mengungkapkan penerapan sistem tersebut dilakukan sebagai upaya tindak lanjut dari Peraturan Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) Nomor 21/18 Tahun 2019 tentang Implementasi QRIS. Selanjutnya diwajibkan seluruh layanan pembayaran non tunai sejak awal tahun lalu.

“Hal ini kita lakukan sebagai wujud komitmen kami Pemkab Pamekasan, dalam rangka akuntabilitas serta melakukan keterbukaan alur pembayaran yang tepat, cepat, mudah dan tentunya dapat dipertanggung jawabkan,” ungkap pria yang akrab disapa Ra Badrut.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan BI Wilayah IV Jatim, yang menunjuk Kabupaten Pamekasan sebagai lokasi Launching Implementasi QRIS yang ditempatkan di Kompleks Pasar Batik Terbesar di Asia Tenggara.

“Terkait dengan lannching dan sosialisasi hari ini, kami sampaikan terimakasih telah menunjuk Pamekasan jadi tempat launching implementasi QRIS di Pasar Batik Terbesar di Asia Tenggara. Apalagi pada akhir tahun (2019) kemarin di launching oleh kementerian,” pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV Jawa Timur, Dafi Achmad Johansyah mengapresiasi pelaksanaan elektrifikasi transaksi dengan cara non tunai yang dilakukan Pemkab Pamekasan. Apalagi pihaknya juga menyampaikan pencapaian untuk transaksi elektronik di Pamekasan sangat bagus.

Bahkan kanal pembayaran atau cara pembayaran non tunai juga berjalan bagus. Bahkan mencapai prosentase sebesar 84 persen dari total 14 item yang menjadi target transaksi non tunai, termasuk belanja pendapatan dan retribusi yang dilakukan dengan cara serupa (non tunai) juga berjalan cukup bagus. [pin]

Apa Reaksi Anda?

Komentar