Politik Pemerintahan

Antisipasi Penyebaran Covid-19

Bupati Pamekasan Keluarkan Edaran Bagi Pimpinan Pesantren

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam (kanan) bersama Mantan Wakil Bupati Pamekasan, Khalil Asy'ari (kiri) dalam kegiatan halal bihalal di Desa Larangan Badung, Palengaan.

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam mengeluarkan edaran bagi seluruh pimpinan pondok pesantren di wilayah setempat, seputar ketentuan kembalinya santri sekaligus penerimaan santri baru yang hendak menimbah ilmu di pesantren.

Dalam surat yang bersifat segera bernomor 065/99/432.012/2020, ditanda tangani pada Senin (1/6/2020) lalu. Diedarkan dalam rangka memasuki masa santri kembali ke pesantren pasca libur Ramadan 1441 Hijriyah, sekaligus sebagai langkah antisipatif untuk mencegah penyebaran wabah virus corona alias Covid-19.

Selain itu, edaran tersebut juga memperhatikan imbauan maupun edaran dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi (permen) Jawa Timur. Termasuk Maklumat PWNU Jatim Nomor 678/PW/A-II/L/V/2020 tentang Pembukaan Kegiatan Belajar Mengajar Santri di Pesantren, tertanggal 31 Mei 2020 lalu.

“Sehubungan dengan masa kembalinya santri ke pesantren (memasuki masa aktif pesantren), kami mengimbau seluruh pimpinan pesantren agar mematuhi protokol kesehatan demi mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19. Seperti menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun hingga pemeriksaan suhu tubuh,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Rabu (3/6/2020).

Terdapat sebanyak tujuh poin berbeda dalam himbauan yang ditanda tangani langsung oleh Bupati Badrut Tamam. Selain himbauan penerapan protokol kesehatan juga terdapat poin agar pihak pesantren selalu melakukan koordinasi secara berkala bersama pihak puskesmas setempat.

“Secara umum himbauan ini sebagai langkah antisipatif sekaligus pencegahan penyebaran wabah Covid-19, khususnya memasuki masa santri kembali ke pesantren pasca menjalani libur Ramadan 1441 Hijriyah,” ungkap bupati muda yang akrab disapa Ra Badrut.

Selain itu pihaknya berharap kerjasama dari semua pihak untuk bersama melakukan upaya terbaik memutus rantai penyebaran wabah Covid-19. “Mari kita bersama-sama melakukan upaya terbaik untuk mengantisipasi sekaligus memutus mata rantai penyebaran wabah ini, salah satunya dengan tetap mematuhi berbagai himbauan pemerintah,” ajaknya.

Berdasar update peta sebaran Covid-19 Pamekasan, Selasa (2/6/2020) kemarin. Terdata sebanyak 27 orang dinyatakan positif Covid-19, terdiri dari sebnyak sembilan orang sembuh, 4 orang meninggal dunia dan sebanyak 14 orang lainnya dirawat di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan dan RSUD Waru Pamekasan.

Sementara untuk status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah sebanyak 65 orang, meliputi sebanyak 40 orang dalam pengawasan, 12 orang selesai dan 13 orang lainnya meninggal dunia. Sedangkan untuk status Orang Dalam Pantauan (ODP) terdata sebanyak 475 orang, terdiri dari sebanyak 464 orang dinyatakan selesai pemantauan, serta sebanyak 11 orang lainnya tengah dalam pemantauan tim Satgas Covid-19 Pamekasan. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar