Politik Pemerintahan

Bupati Pamekasan Imbau Masyarakat Kenakan Masker

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam mengimbau masyarakat di daerah yang dipimpinnya agar mengenakan masker guna mengantisipasi sekaligus mencegah penyebaran wabah virus corona alias Covid-19.

Himbauan tersebut merupakan tindak lanjut dari edaran pemerintah pusat yang mengharuskan masyarakat agar mengenakan masker, baik saat bepergian maupun ketika berada di rumah. Sekaligus sebagai upaya antisipatif dalam mencegah penyebaran wabah asal Tiongkok.

“Melalui kesempatan ini kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mengenakan masker, hal itu sebagai upaya mengantisipasi sekaligus mencegah penyebaran wabah virus corona,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Jum’at (10/4/2020).

Sebelumnya pihaknya juga menegaskan lebih memaksimalkan edukasi bagi masyarakat agar selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta menerapkan pembatasan sosial berskala besar alias PSBB. “Dengan demikian, edukasi akan lebih kita optimalkan. Sebab garda terdepan melawan pandemi ini adalah warga sendiri,” tegasnya.

Dari itu pihaknya berharap masyarakat juga ikut serta mengantisipasi sekaligus mencegah penyebaran wabah virus corona. Salah satunya dengan menerapkan physical distancing dengan menghindari beragam kegiatan yang melibatkan banyak massa.

“Sehingga dengan demikian, mata rantai penyebaran wabah virus corona ini akan terputus. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan perlindungan bagi kita semua dan terhindar dari wabah ini, terpenting kita harus selalu berikhtiar dan dimulai dari kita masing-masing,” pungkasnya.

Berdasar update data sebaran Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, total Orang Dalam Resiko (ODR) maupun Orang Dalam Pantauan (ODP) di wilayah setempat mulai menurun dibangkan rilis sebelumnya. Sebab saat ini terdata sebanyak 7.254 ODR, lebih kecil sebanyak 49 orang dari jumlah sebelumnya yang mencapai angka sebanyak 7.303 ODR.

Penurunan serupa juga terjadi pada status ODP, di mana pada rilis sebelumnya terdata sebanyak 185 orang dengan status ODP. Namun berdasar update terakhir mulai turun dan berkurang sebanyak 33 orang menjadi sebanyak 152 orang dengan status ODP.

Sementara tercatat hanya dua orang yang masuk status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sempat dirawat di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan. Namun keduanya dinyatakan negatif Covid-19 berdasar hasil Laboratorium Balitbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) Jakarta, beberapa waktu lalu.

Hanya saja dua orang lainnya dinyatakan positif terinfeksi virus corona, bahkan satu di antaranya meninggal dunia dan membuat kabupaten Pamekasan, terdata sebagai zona merah penyebaran Covid-19. Sedangkan satu orang lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Smart Pamekasan. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar