Politik Pemerintahan

Kuliah Umum Kepemimpinan Publik

Bupati Pamekasan Berbagi Ilmu Kepemimpinan Bersama Mahasiwa UGM

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam berbagai ilmu kepemimpinan dan inovasi pelayanan publik bersama mahasiswa Manajemen dan Pelayanan Publik Fisipol UGM Yogyakarta, Kamis (16/5/2019).

Kegiatan yang dikemas dalam Kuliah Umum ‘Kepemimpinan Sektor Publik’, ia juga menyampaikan beberapa misi maupun program aksi yang diterapkan di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam. Khususnya seputar tema ‘Kepemimpinan Inovatif di Era Disruptif’.

“Kami menyampaikan kepada para mahasiswa tentang kondisi objektif Kabupaten Pamekasan. Mulai dari sektor IPM, pendidikan, kesehatan, angka kemiskinan hingga pengangguran,” kata Badrut Tamam, kepada beritajatim.com.

Bahkan bupati muda yang berpasangan dengan Raja’e, juga menyampaikan seputar tantangan pembangunan di daerah yang dipimpinnya. Termasuk juga paradigma baru dalam pengelolaan pemerintahan.

“Di era pemerintahan zaman now, hal penting yang paling mendasar yang harus kita ubah adalah paradigma dalam mengelola pemerintahan. Birokrasi yang kaku dan terlalu formal terlalu menguntungkan pada regulasi yang top down, sudah waktunya kita ubah,” ungkapnya.

Ia menilai sejak dulu birokrasi lebih dekat dengan kesan negatif, seperti lambat dalam pelayanan, tidak kreatif dan anti inovasi. “Saat ini paradigma itu sudah tidak relevan lagi, sehingga kita harus menerapkan cara berpikir dan bertindak terkait pelayanan publik harus menerapkan model seperti yang dilakukan organisasi swasta,” jelasnya.

“Postur birokrasi tidak boleh lagi gemuk, tambun dan lamban. Tetapi harus ramping, efesien dan gesit. Dalam istilah konsep kebijakan publik, muncul yang namanya new public management,” sambung pria yang akrab disapa Ra Badrut.

Tidak kalah penting, dirinya juga menyampaikan berbagai tantangan kepemimpinan di era disruptif. “Prinsipnya ada banyak gaya kepemimpinan yang bisa diterapkan di era disrupsi seperti saat ini, di antaranya harus memiliki terobosan, memberikan kesempatan dan kebebasan bagi tim,” bebernya.

Bahkan dalam kesempatan itu, Badrut Tamam juga menyampaikan beberapa capaian inovasi yang dilakukan selama beberapa bulan memimpin Pamekasan. Di antaranya kesuksesannya merealisasikan Mal Pelayanan Publik (MPP), pelayanan aplikasi berbasis online, branding batik hingga program bursa inovasi desa. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar