Politik Pemerintahan

Antisipasi dan Cegah DBD

Bupati Pamekasan Ajak Masyarakat Terapkan Program PSN 3M Plus

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam mengajak masyarakat untuk menerapkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus demi mengantisipasi sekaligus mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam Workshop Pencegahan dan Pengendalian DBD yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, di Gedung PKP-RI Jl Kemuning, Selasa (12/2/2019).

“Demi mewujudkan individu dan masyarakat yang mandiri dalam mencegah dan melindungi diri dari penularan DBD, kita harus menerapkan pola hidup sehat. Salah satu di antaranya dengan cara 3M Plus, yaitu menguras, menutup dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam.

Demi mewujudkan peningkatan prosentase kabupaten yang mencapai angka kesakitan DBD kurang atau sama dengan 49 per 100 ribu penduduk, pemberdayaan masyarakat melalui program PSN 3M Plus harus digalakkan. “Strategi yang harus dicapai adalah pengendalian faktor penular DBD harus digalakkan melalui gerakan satu rumah satu jumantik,” ungkapnya.

“Tidak hanya itu, penguatan sistem survei juga penting untuk mendeteksi secara dini sekaligus melakukan pencegahan dan pengendalian kasus serta kejadian luar biasa (KLB) DBD,” sambung pimpinan yang akrab disapa Ra Badrut.

Berdasar catatan di Dinkes Pamekasan, penderita DBD di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam menurun dari tiga tahun terakhir. Meliputi sebanyak 265 kasus penderita DBD pada 2016, sebanyak 230 kasus dengan angka kematian sebanyak 6 orang pada 2017, serta sebanyak 176 kasus dengan angka kematian sebanyak 8 orang pada 2018 lalu.

Kondisi tersebut erat kaitannya dengan peningkatan mobilitas penduduk, sejalan dengan semakin lancarnya hubungan transportasi, serta tersebar luasnya virus dengue melalui gigitan nyamuk aedes aigypti. Termasuk faktor perubahan iklim yang juga mempengaruhi jenis virus dengue,” jelasnya.

“Sampai saat ini penyakit DBD belum ada obat atau vaksin yang spesifik, tetapi kalau pasien berobat dini dan mendapat penatalaksanaan yang adekuat, umumnya kasus-kasus ini dapat diselamatkan,” imbuhnya.

Upaya pengendalian DBD sangar penting dilakukan sejak dini guna mengantisipasi penularan nyamuk mematikan. “Dari itu, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan untuk saling mendukung dan mensukseskan program juga penting dilakukan,” pungkasnya. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar