Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bupati Mojokerto: PPKM Darurat Memberikan Kesempatan OTG Untuk Sembuh

Mojokerto (Beritajatim.com) – Pemerintah mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang hingga 25 Juli 2021 mendatang dinilai memiliki korelasi. Pasalnya, penurunan mobilitas di Kabupaten Mojokerto belum mencapai target dan angka penurunan penyebaran Covid- 19 juga belum bisa dikendalikan.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, PPKM tujuannya adalah menurunkan mobilisasi. Penilaian penurunan mobilitas ini akan berpengaruh terhadap penularan Covid-19. Artinya bisa mengerem penularan jika bisa mencapai 30 persen penurunan mobilitas. Sementara di Kabupaten Mojokerto belum sampai 30 persen.

“Dan itu rata-rata. Di semua evaluasi belum ada yang hijau, kalau ada yang lebih dari 30 persen hijau warnanya dan ini terbukti. Penularan kita masih tinggi, kalau sebetulnya kalau kemarin kita mau susah bareng, mau soroh bareng, mau nggak dapat pendapatan bareng-bareng. Selesai 2 minggu,” ungkapnya, Kamis (22/7/2021).

PPKM Darurat tanggal 3 Juli sampai 20 Juli 2021, masih kata Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mojokerto ini, memberikan kesempatan kepada Orang Tanpa Gejala (OTG) untuk sembuh. Jika masyarakat menurunkan mobilitas, peluang untuk bertemu OTG turun maka penularan akan turun.

“Karena penularan ini, dari para OTG. Ketika orang tidak merasa positif dan kemudian dia berkeliaran kemana-mana dan kemudian tidak pakai masker, sementara masyarakat juga tingkat kedisiplinan kita ini dibandingkan daerah lain, kita dapat evakuasi kurang. Kedisiplinan masyarakat Kabupaten Mojokerto terhadap pemakaian masker dan menjaga jarak, kurang,” katanya.

Bupati menjelaskan, sehingga PPKM Darurat diperpanjang karena ada korelasi. Penurunan mobilitas di Kabupaten Mojokerto belum mencapai target dan angka penurunan penyebaran Covid- 19 juga belum bisa dikendalikan. Menurutnya, angka penurunan penyebaran Covid- 19 di Kabupaten Mojokerto sudah mulai turun, namun angkanya masih tinggi.

“Kita di angka mendekati 100, di atas 100 sedikit belum fluktuatif. Kita pernah satu angka, satu hari tertinggi 180 positif baru. Itu lonjakan tertinggi. Artinya kita belum bisa dengan data ini, kemudian mengambil kesimpulan bahwa ini bisa 5 hari (perpanjangan PPKM Darurat, red) selesai. Sebenarnya bisa kalau masyarakat komitmen,” ujarnya.

Menurutnya, jika masyarakat Kabupaten Mojokerto berkomitmen bersama-sama disiplin protokol kesehatan. Dengan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, tidak makan di warung berhadap-hadapan. Menurutnya jika hal tersebut dilakukan dalam dua minggu pada PPKM Darurat sebelumnya bisa selesai. Pasalnya, dua minggu OTG akan sembuh.

“Karena capaian vaksin kita juga masih 17 persen dan tiga sampai empat hari tidak vaksin. Vaksin itu kan keterbatasan, kita punya prioritas dan yang membuat prioritas adalah pemerintah pusat. Nakes, pelayanan publik, lansia, masyarakat umum, remaja terakhir. Kita perhitungannya remaja tidak jadi prioritas karena mereka masih daring,” tuturnya.

Bupati menambahkan, pihaknya terus memantau usia yang terpapar. Remaja di Kabupaten Mojokerto sangat jarang terpapar Covid- 19. Jika terpapar dari kluster keluarga, lanjut Bupati, remaja memiliki ketahanan tubuh lebih dibanding usia dewasa maupun lanjut usia (lansia). Dibanding Kota Mojokerto yang tinggi capaian vaksinasi, karena warga Kota Mojokerto lebih sedikit dibanding Kabupaten Mojokerto.

“Dengan jumlah vaksin yang kita terima sama, namun jumlah penduduk Kota Mojokerto sedikit. Tapi kita dapat vaksin langsung habis, kita kan menyebar. Jumlah target penerima vaksin masih sama karena datanya dikurangi dari masyarakat umum, jadi masyarakat umum dikurangi ditambahi anak. Data dari pusat itu pengaturannya tidak tambah karena digeser, yang didahulukan dewasa karena mobile, anak kan tidak kemana-mana,” tegasnya. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar