Politik Pemerintahan

Pembinaan Pegawai RSUD Prof Dr Soekandar

Bupati Mojokerto Minta Kinerja Nakes Tetap Ditingkatkan

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dalam senam bersama pegawai RSUD Prof Dr Soekandar. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Di Jawa Timur angka terkonfirmasi positif masih tinggi setelah DKI Jakarta merencanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Senin (14/9/2020) besok. Sehingga Bupati Mojokerto, Pungkasiadi meminta agar kinerja tenaga kesehatan (nakes) harus tetap ditingkatkan.

Hal ini disampaikan saat kegiatan senam bersama dengan ratusan nakes dan pegawai RSUD Prof Dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jumat (11/9/2020). “Semua harus tetap disiplin protokol kesehatan. Kinerja teman-teman nakes harus tetap ditingkatkan,” ungkapnya.

Bupati berharap RSUD Prof Dr Soekandar beserta puskesmas jajaran bisa memberi pelayanan terbaik. Untuk penanganan Covid-19, Bupati mendukung penuh RSUD Prof Dr Soekandar dengan rencana memberikan anggaran Dana Insentif Daerah (DID) dan Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Meski pandemi ini sudah lama, mohon agar pelayanan jangan sampai kendor. Kita hadapi ini sama-sama. Usulan insentif diharapkan bisa mendongkrak pelayanan lebih optimal terhadap pasien, serta memberi perlindungan dan kenyamanan para nakes. Termasuk juga pengadaan kelengkapan APD, alkes dan penambahan ruang isolasi,” katanya.

Pada PAPBD tahun 2020, RSUD Prof Dr Soekandar direncanakan mendapat tambahan anggaran sebesar Rp37.469.464.450. Tahun 2021, juga akan mendapat anggaran Rp16,4 milyar untuk membangun gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Anggaran memang saya buka lebar-lebar untuk kesehatan. Tetap saya sampaikan terus menerus, aspek kesehatan akan terus kami tingkatkan terlebih di masa pandemi. JPS mulai dari BLT, BST, BPUM hingga insentif bagi panjenengan semua juga Insyaallah akan diintensifkan. Pemulihan ekonomi dan keamanan tentu kita pikirkan juga” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Prof Dr Soekandar, dr Djalu Naskutub mengucapkan terima kasih atas support yang diberikan pada seluruh nakes yang hingga saat ini telah menangani perawatan pada sekitar 500 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sampai saat ini, kami sudah merawat sekitar 500 orang PDP dan terkonfirmasi positif. Awal ditunjuk sebagai RS rujukan, hanya ada 3 ruang isolasi. Begitu ada anggaran, kini kami sudah ada ruang isolasi hingga 100 bed. APD yang awal-awal masih minim, sekarang sudah sangat memadai dan tercukupi,” ujarnya.

Masih kata dr Djalu, kamar operasi yang dulu di bawah dan kurang representatif, kini sudah ada lima. Khusus untuk penanganan Covid-19, ada satu ruang yang disendirikan. Di P-APBD, gedung baru akan dioperasionalkan penuh dengan supply genset yang sudah cukup.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menilik langsung beberapa ruang operasi non Covid-19 RSUD Prof Dr Soekandar. Lima ruang diantaranya berstandar nasional dan tiga lainnya berstandar internasional dengan fitur-fitur canggih. Bupati juga menyerahan 389 paket bagi tenaga harian lepas dan mitra kerja RSUS Prof dr Soekandar. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar