Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bupati Mojokerto: Makanan yang Mengandung Zat Besi Penting Bagi Remaja Putri

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam kegiatan Jum'at Ceria di SMAN 1 Ngoro. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kondisi kekurangan sel darah merah di dalam tubuh atau yang dikenal dengan anemia sering dialami oleh anak remaja putri. Hal tersebut lantaran remaja putri mengalami siklus menstruasi setiap bulannya yang menyebabkan kondisi sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin didalamnya lebih rendah dari biasanya.

Untuk itu, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengimbau para remaja putri untuk minum Tablet Tambah Darah (TTD) setiap minggunya dan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Himbauan tersebut disampaikan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam kegiatan sosialisasi minum Tablet Tambah Darah (TTD) yang dikemas dalam agenda Jumat CERIA (Cantik, Enerjik, Rajin, Inovatif, dan Aktif).

Kegiatan Jum’at Ceria tersebut digelar di SMAN 1 Ngoro. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, dr Ulum Rokhmat Rokhmawan, Kepala Sekolah SMAN 1 Ngoro, Wardoyo, Forkopimca Ngoro. Dalam kegiatan Jum’at Ceria tersebut juga dilakukan penyerahan kacamata gratis untuk siswa-siswi SD, SMP, SMA yang ada wilayah puskesmas Ngoro.

“Mengkonsumsi zat besi bisa mencegah terjadinya anemia lantaran zat besi menjadi faktor pendukung utama dalam memproduksi sel darah merah pada tubuh. Jadi makanan apa saja yang mengandung zat besi yaitu bayam, kacang-kacangan, jeroan, tapi lebih tepatnya adalah hati,” ungkapnya, Jumat (23/9/2022).

Makanan yang paling tinggi kandungan zat besinya yaitu hati, bisa hati ayam, hati kambing, hati sapi, kemudian udang dawu, dan kuning telur. Faktanya 1/3 sampai 2/3 remaja putri di Indonesia mengalami kekurangan darah. Masih kata Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto, remaja putri yang mengalami kekurangan zat besi tidak hanya menyebabkan kekurangan darah.

Akan tetapi juga bisa menyebabkan otak tidak bisa berpikir dengan cepat dan tidak bisa konsentrasi. Menurut orang nomor satu di Pemkab Mojokerto ini, menstruasi tidak bisa dihentikan setiap bulan, sehingga solusinya harus makan makanan yang mengandung zat besi.

“Terdapat dua faktor yang dapat menghambat dan mempercepat penyerapan zat besi pada tubuh, yakni minum kopi dan teh setelah makan sebelum satu jam dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Akan tetapi minum jus jeruk atau semacamnya bisa mempercepat penyerapan zat besi di dalam usus,” ujarnya.

Bupati membeberkan, penyerapan zat besi dalam tubuh ada dua, bisa berbentuk Ferri dan Ferro. Ada zat asam di dalam perut yang bentuknya Ferro maka akan mudah diserap, namun jika bentuknya Ferri maka akan susah diserap. Ada dua yang menghalangi penyerapan zat besi cukup diingat dua saja yaitu teh dan kopi.

“Jadi khususnya untuk remaja putri jika sedang makan, tolong minumnya jangan teh atau kopi. boleh teh dan kopi tapi minumnya nunggu 1 jam setelah makan. Karena jeda waktu itu makanan akan bisa terserap dengan baik,” bebernya.

Bupati berharap dengan minum TTD setiap minggunya itu para siswa-siswi sebagai calon ibu nanti akan lebih siap menghadapi kondisi kehamilan. Sehingga para wanita akan mampu mencetak generasi yang lebih unggul dan terhindar terjadinya stunting. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev