Politik Pemerintahan

Bupati Mojokerto Ingatkan Kades Jauhi Korupsi

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dalam acara pembinaan kades dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa di Kabupaten Mojokerto tahun 2020 di Pendapa Graha Majatama Pemkab Mojokerto, Rabu (29/1/2020).

Mojokerto (beritajatim.com) – Terbitnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, telah membawa perubahan paradigma dari ‘Membangun Desa’ menjadi ‘Desa Membangun’. Artinya desa dituntut siap untuk menata, mengelola dan berkembang.

Para kepala desa (kades) juga dituntut untuk menjaga integritas dengan menghindari segala bentuk tindak korupsi. Instruksi ini ditegaskan Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dalam acara pembinaan Kades dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa di Kabupaten Mojokerto tahun 2020.

“Saya minta perencanaan dan pengelolaan anggaran di pemerintah desa, dilakukan dengan penuh integritas dan tanggung jawab para aparaturnya. Jauhi segala bentuk perilaku korupsi, dan teruslah berinovasi,” ungkap, Bupati Pungkasiadi di Pendapa Graha Majatama Pemkab Mojokerto, Rabu (29/1/2020).

Terkait sistem pemerintahan saat ini yang menuntut transparansi, Bupati mengajak semua kades agar tidak takut menjalankan semua aturan dan regulasi yang ada. Sebab semua kesulitan yang dihadapi, bisa diselesaikan dengan koordinasi dan komunikasi yang baik.

“Tidak usah takut untuk menjalankan semua regulasi dan prosedur. Kita memang dituntut profesional dan transparan. Utamakan komunikasi dan koordinasi, itu sangat penting untuk menghindari kesalahan yang bisa saja terjadi. Ikuti semua arahan di pembinaan hari ini dengan serius,” pesannya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemeberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto mengatakan, seluruh peserta pembinaan yang berjumlah 258 orang kades se-Kabupaten Mojokerto telah dibagi menjadi empat gelombang.

Kegiatan dilaksanakan mulai 29 Januari hingga 12 Februari 2020 di satu satu hotel di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Pembinaan tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas kades sebagai leader di masyarakat yang menjembatani pemerintah dengan masyarakat.

“Kita harap setelah mengikuti pembinaan, para kades dapat meningkatkan pelayanan publik dengan mendukung penataan pemerintahan desa yang baik,” ujarnya.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdaka) Mojokerto, Herry Suwito, Assiten, Camat se-Kabupaten Mojokerto dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Acara ditutup dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Bupati Mojokerto, Pungkasiadi. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar