Politik Pemerintahan

Ada 8 PDP di Kabupaten Mojokerto Meninggal

Rakor di SBK Pemkab Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar rapat koordinator (Rakor) Persiapan Menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idhul Fitri 1441 H serta pencegahan Covid-19 di ruang Satya Bina Karya, Pemkab Mojokerto, Senin (20/4/2020). Bupati menegaskan, ada 53 Pasien dalam Pengawasan (PDP) dan delapan pasien meninggal.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, rakor digelar untuk membuat keputusan bersama yang bisa menjadi pedoman dalam persiapan menjelang bulan suci ramadhan, hari Raya Idul Fitri 1441 H serta pencegahan Covid-19. “Saat ini data yang dimiliki Pemkab Mojokerto, ada 8 PDP meninggal,” ungkapnya.

Peta Sebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto yakni Orang Dengan Resiko (ODR) sebanyak 6.441 orang, Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 389 Orang, Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 52 pasien. Yakni sebanyak delapan PDP meninggal, 21 PDP di rawat di Rumah Sakit (RS) dan sebanyak 23 PDP sembuh.

“Ada 3 wilayah yang melaksanakan PSBB yakni Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Dimana ketiga kota tersebut merupakan zona merah, surat sudah diajukan ke pusat tinggal menunggu rekom dari Kemenkes RI dan notabenya 3 wilayah tersebut dekat dengan Mojokerto, mari lebih extra lagi untuk Kabupaten Mojokerto,” katanya.

Bupati menambahkan, yang sudah dilakukan oleh Pemkab Mojokerto membuat Surat Keputusan (SK) linier dengan pusat yaitu gugus tugas. Dimana akan dilaksanakan di tingkat kecamatan serta tingkat desa dengan harapan pandemi virus corona di Kabupaten Mojokerto bisa dengan cepat teratasi.

“Di RS rujukan yaitu RSUD Prof dr Soekandar ada 52 kamar, di RSUD RA Basoeni sebagai RS penyangga ada 50 kamar, dua puskesmas yang memiliki rawat inap yakni Gondang dan Jetis. Di kecamatan sudah kita sepakati untuk isolasi mandiri serta di desa terdapat posko-posko, ada pustu, polindes yang akan kita manfaatkan,” jelasnya.

Gugus Penanganan Corona (Covid 19) di Kabupaten Mojokerto ada tiga lokasi yakni di Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST), Exit Tol Gedeg dan Exit Tol Penompo. Menurutnya, SOP sama semua yakni bagaimana untuk menanganinya. Pemkab bersama TNI/Polri tidak ada henti-hentinya dalam menangani Covid-19.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung menambahkan, mobilitas masyarakat Mojokerto tidak lepas dari tiga wilayah yang akan melaksanakan PSBB yaitu Kota Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. “Mari saling bersinergi dalam mencegah Covid-19, selalu Proakatif untuk melakukan deteksi dan rapid test secara on the spot,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar