Politik Pemerintahan

Bupati Malang : Tak Ada Penambahan Anggaran Bencana

Malang (beritajatim.com) – Apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi digelar di Stadion Kanjuruhan, Jumat (10/1/2020). Bencana alam hidrometeorologi adalah dampak dari curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Wujudnya bisa angin kencang, banjir, tanah longsor dan lain-lain.

Bupati Malang, HM.Sanusi menjelaskan Kabupaten Malang punya kontur wilayah rawan terjadinya bencana.

Mengingat wilayah yang memiliki 33 kecamatan terdiri dari wilayah pesisir hingga pegunungan. Bencana banjir, tanah longsor, gempa bumi hingga tsunami bisa saja menerjang Kabupaten Malang.

“Akhir tahun kemarin hinga awal tahun di sejumlah wilayah terjadi bencana. Kami harus siap. Tapi mudah-mudahan gak terjadi,” tegas Sanusi.

Sanusi melanjutkan, anggaran penanganan bencana di Kabupaten Malang tidak ada tambahan. Nilainya Rp 5 miliar. Politisi PKB itu mengungkapkan, anggaran tersebut sudah cukup.

“Belum ada penambahan anggaran. Jadi kita siapkan dana tanggap darurat Rp 5 miliar. Anggarannya tidak sampai habis,” ucap Sanusi.

Terkait mitigasi bencana, Sanusi menyerukan harus ada edukasi kepada masyarakat guna antisipasi bencana alam. Mengingat bencana bisa datang kapan saja.

“Sosialisasi kepada masyarakat harus terus diberikan. Materinya tentang kebencanaan dan cara mengantisipasinya. Ini penting,” ujarnya.

Ditanya soal pencegahan terjadinya bencana, Sanusi menerangkan penanaman pohon perlu digalakkan. “Perlu juga penanaman pohon,” pungkas Sanusi. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar