Politik Pemerintahan

Bupati Malang Sidak Layanan Publik, Ini Hasilnya

Malang (beritajatim.com) – Bupati Malang, HM Sanusi melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah layanan publik Pemerintah Kabupaten Malang siang ini. Tempat pertama yang menjadi sasaran sidak Sanusi adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil).

Pada sidak perdana di awal tahun 2020 ini, Sanusi didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Nurman Ramdansyah serta Kepala Inspektorat Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti.

Sekitar 45 menit Sanusi melakukan sidak di kantor Dispendukcapil yang penuh dengan antrian pemohon surat-surat penting kependudukan. Ada beberapa evaluasi yang disampaikan Sanusi usai melakukan sidak di Dispendukcapil.

Pada sidak di Dispendukcapil, Sanusi juga berdialog dengan sejumlah pemohon administrasi kependudukan. Salah satu hal yang banyak dikeluhkan masyarakat adalah waktu layanan yang cukup lama.

“Gak ada temuan, tapi perlu peningkatan. Sosialisasi soal persyaratan itu supaya masyarakat memahami. Karena pemohon banyak, petugas terbatas, jadi pemohon bisa nunggu sampai 4 jam. Kedepan saya berharap, satu jam itu sudah selesai,” ungkap Sanusi.

Setelah sidak di Dispendukcapil, Sanusi melanjutkan ke gedung Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang baru saja diluncurkan beberapa waktu lalu. Disini, Sanusi mendapati LTSA belum dioperasikan.

Sanusi kemudian pergi ke kantor Disnaker yang hanya berjarak beberapa meter dari gedung LTSA. Di kantor Disnaker, Sanusi menyoroti absensi pegawai.

“Ternyata kemarin hanya di launching. Sampai saat ini personalia dan jaringannya sedang terganggu,” beber Sanusi terkait kantor baru LTSA, Kamis (2/1/2020).

Tempat terakhir yang jadi sasaran sidak Sanusi adalah Public Safety Center (PSC) 119 di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. PSC 119 ini juga baru diluncurkan pada malam pergantian tahun beberapa hari yang lalu.

Disini, Sanusi hanya mendapati dua orang pegawai yang sedang berjaga. Belum ada respon dari masyarakat perihal layanan PSC 119 ini. Hal itu disampaikan pegawai yang berjaga karena tidak ada telpon masuk sama sekali.

“Sudah (beroperasi), cuma di masyarakat belum banyak mengenal. Dokter sudah siap semua, dokter gawat darurat, ambulan juga siap semua,” tegas Sanusi. (yog/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar