Politik Pemerintahan

Tinjau​ Proyek JLS Tahap II

Bupati Malang : Peran Pemkab Hanya Bebaskan Lahan

Malang (beritajatim.com) – Bupati Malang HM Sanusi, mulai meninjau pelaksanaan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) tahap II di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Selasa (5/1/2021).

Menaiki kendaraan Jimny, Sanusi melihat para pekerja sedang memukul batu untuk pengerjaan drainase di sisi selatan Kabupaten Malang itu.

Jika telah rampung, Sanusi berharap JLS tahap II bisa mempermudah akses pariwisata di Malang Selatan. “Sehingga nanti jalur-jalur wisata dari Sendang Biru hingga Pantai Modangan bisa terkoneksi. Jadi memperlancar pariwisata Malang Selatan, apalagi jembatan Srigonco akan segera rampung,” tegas Sanusi usai meninjau pembangunan di pintu masuk JLS.

Sanusi menjelaskan, status jalan JLS tersebut merupakan jalan nasional. Dia mengatakan pembangunan JLS merupakan urusan pemerintah pusat. “Ini tanggungan pusat semua.​ Pemkab Malang waktu itu hanya berperan pada proses pembebasan lahannya saja,” terangnya.

Kata Sanusi, JLS tahap II melintang dari Desa Srigonco hingga menuju arah Pantai Modangan. Panjangnya sekitar 18 kilometer. Pengerjaan JLS terpaksa menebang pohon-pohon di hutan Malang Selatan.

Menurut Sanusi, pembangunan JLS akan menggairahkan sektor ekonomi di Malang Selatan. “Tentunya ini kami akan kerjasama dengan perhutani. Orang jualan nanti yang banyak sama pariwisata,” ucap alumnus UIN Malang itu.

Namun, untuk potensi pembukaan tempat wisata baru yang melalui JLS, Sanusi menyatakan hal tersebut bukan kewenangan Pemkab Malang.

“Tergantung pengelolannya. Karena yang membuka tempat wisata itu pengelola bersama perhutani. Karena ini bukan milik Kabupaten Malang , jika milik Kabupaten Malang saya yang buka,” beber pria yang dipastikan akan jadi Bupati Malang kembali ini.

Terkait peresmian, Sanusi memprediksi proyek JLS tahap II akan rampung pada akhir tahun ini. “Kita lihat kesiapannya saya berharap di akhir tahun bisa selesai,” Sanusi mengakhiri. (yog/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar