Politik Pemerintahan

Bupati Lumajang Kaget SKAB Pasir Diperjualbelilkan

Lumajang (beritajatim.com) – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengaku terkejut adanya jual beli Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) pasir pemilik izin tambang di wilayah Kecamatan Tempeh. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya pertambangan ilegal.

“Saya akan evaluasi soal SKAB yang dikeluarkan oleh Dinas Pendapatan Keuangan daerah,” ungkap Cak Thoriq pada wartawan, Selasa (10/3/2020).

Dia mengaku saat turun kelapangan menemukan pengakuan dari sopir truk pasir soal harga SKAB sebesar Rp 150 ribu sekali angkut. Padahal, SKAB satu lembaranya dikenai biaya Rp 25 ribu oleh pemerintah sebagai retribusi galian C. “Jual beli SKAB bisa selain ada dugaan tambang ilegal, harga pasir bisa mahal bagi masyarakt Lumajang,” paparnya.

Cak Thoriq dalam janji politiknya ingin menjadikan pasir Lumajang murah bagi masyarakat. Namun, melihat adanya permainan jual beli SKAB, Dia sangat perlu ada pengawasan dilapangan.

Para penambang tradisional sangat berharap ke Pemkab Lumajang adanya kemudahan mendapatkan SKAB. Sehingga saat menambang pasir bisa legal. “Kami mohon ada SKAB pada kami penambang pasir tradisional,” ungkap Saman, warga Pandanarum Kecamatan Tempeh.

Pemkab Lumajang untuk memantau keluar masuk pasir keluar kota sedang merencanakan terminal terpadu. Diharapkan bisa meningkatan PAD dan pengawasan terhadap tambang galian C. (har/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar