Politik Pemerintahan

Bupati Kediri Gelar Pertemuan dengan Kades se-Kecamatan Gurah

Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menggelar pertemuan dengan kepala desa se-Kecamatan Gurah. Dalam pertemuan tersebut membahas sejumlah keluhan permasalah desa, salah satunya Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes.

Pertemuan ini digelar di Balai Desa Blimbing, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, pada Senin (22/3/2021). Pertemuan dihadiri 20 orang kepala desa se-Kecamata Gurah.

Dalam pertemuan tersebut membahas sejumlah permasalahan desa, salah satunya pengelolaan bumdes. Desa minta agar pemerintah memperlunak aturan main dan pendampingan pengelolaan BUMDes.

“Perbup tentang pengaturan BUMDes, regulasi-regulasinya harus diperlunak. Supaya desa memudahkan dalam mengelola BUMDes. Kedua tentang tim pendampingan dari tim Kabupaten Kediri. Ketiga mungkin dari SDM masyarakat untuk mengetahui potensi di desa. Mungkin dari potensi wisata atau pertanian dan lainnya,” kata Bondan Wijokangto, Kepala Desa Kerkep usai pertemuan.

Untuk regulasi aturan yang belum memihak terhadap desa, Bondan mencontohnya pembagian hasil BUMDes sebagaimana diatur dalam Perda. Melalui amanat peraturan itu, 50 persen hasil usaha BUMDes harus kembali ke modal. Menurut Bondan memberatkan.

“Dari Kabupaten saya berharap bisa menganngarkan untuk modal ini bisa dimasukkan ke Dana Desa. Sehingga kami tidak mengalami kesulitan,” tambahnya. Sementara itu, untuk Desa Kerkep sendiri ada empat unit usaha yang dikelola oleh BUMDes. Diantaranya, layanan pembeyaran listrik melalui kerjasama dengan Bank BRI.

Unit usaha kedua di Desa Kerkep dengan membentuk rumah custom. Tempat tersebut melayani pembuatan atau sablon aus. Terakhir unit usaha untuk mengelola wisata inovasi desa. Yang dimaksud adalah Sumber Sirah yang menjadi jujuga bagi pengunjung.

Sementara itu, menanggapi keluhan tersebut, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berjanji untuk tidak segan merevisi perda maupun perbup BUMDes, bila mana tak menguntungkan desa . Selain itu, Mas Bup bakal memetakan desa yang sukses mengelola BUMDes untuk diterapkan pada desa lain.

“Hampir keseluruhan desa mengutaran kesulitan dalam mengelola BUMDes. Nanti kita lakukan kajian untuk perda maupun perbupnya. Akan tetapi terlebih dahuu, putra Seskab Pramono Anung itu melakukan pemetaan terhadap BUMDes yang ada di desa-desa. Untuk yang telah berhasil, akan dicontoh dan diterapkan pada desa lain.

Selain pengelolaan BUMDes, pertemuan tersebut juga membahas tentang program inovasi desa, serta pengembangan situs calon arang yang terkendala legalitas lahan. [adv kominfo/nm]



Apa Reaksi Anda?

Komentar