Politik Pemerintahan

Bupati Jombang Sosialisasikan SE Hajatan

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat menyosialisasikan SE Hajatan di Kecamatan Ngoro, Selasa (4/8/2020)

Jombang (beritajatim.com) – Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menyosialisasikan Surat Edaran (SE) tentang Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Pesta Perkawinan, Hajatan, dan Pertunjukan Seni dalam Hajatan, di Kecamatan Ngoro, Kecamatan Gudo dan Kecamatan Diwek, Selasa (4/8/2020).

Dalam sosialisasi tersebut dipaparkan bagaimana Surat Edaran Bupati Jombang Nomor: 700/415.10.1.3/2020 tanggal 29 Juli 2020 tentang Protokol Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Pesta Perkawinan Hajatan Dan Pertunjukan Seni Dalam Hajatan.

“Dengan sosialisasi ini saya berharap masyarakat dapat memahami secara tuntas dan tidak sepotong-sepotong untuk dapat mengetahui juga memahami bagaimana aturan Protokol Kesehatan ketat dalam pelaksanaan hajatan di tengah pandemi Covid-19,” ujar Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab.

Untuk bisa menyelenggarakan hajatan di tingkat desa, penyelenggara harus memiliki surat rekomendasi dari desa yang digunakan untuk minta persetujuan di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan. “Namun apabila hajatannya besar, izin ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten,” tambahnya.

Di dalam surat edaran tersebut, ada aturan detail bagi yang akan menyelenggarakan hajatan. Mulai dari aturan untuk event organizer, jasa catering, jasa rias, penyewa busana, pengusaha sound sistem tamu undangan, mempelai pengantin dan keluarga, hingga penyelenggara seni budaya. Semuanya sudah diatur secara detail.

Bupati menegaskan, semua aturan yang diberlakukan itu harus dipenuhi. Bupati juga minta tetap menjaga kebersihan dan mengingatkan penggunaan masker, face shield dan jaga jarak di setiap acara. Hajatan disertai hiburan, maksimal tujuh orang, termasuk MC, penyanyi dan kru musik. Aturan inipun membatasi waktu penyelenggaraan hiburan, siang hari maksimal pukul 16.00 WIB.

“Kalau bisa, pelaku seni dari Kabupaten Jombang, bukan dari luar Jombang. Kalau suhu tubunya tinggi dilarang ikut menghibur,” tambahnya. Ia juga menegaskan, agar tidak menerima dan menawarkan sumbangan lagu dari tamu undangan.

“Sebisa mungkin kita hindari kontak fisik antar orang, jadi menerima atau menawarkan sumbangan lagu dari tamu undangan itu tidak perlu,” tegas orang nomor satu di Jombang ini. Begitu pula undangan yang hadir dibatasi 50 persen dari kapasitas tempat yang disediakan.

“Kalau di dalam sudah mencapai 50 persen harus antre dulu di luar. Perlu digarisbawahi, jika di lingkungan sekitar hajatan ada yang terpapar Covid-19, maka sementara hajatan ditunda dulu,” pungkas Mundjidah.

Dalam sosialisasi tersebut Bupati Jombang yang didampingi Plh. Sekda, Inspektur dan Tim sosialisasi Kabupaten juga menyerahkan bantuan Thermogun dan face sheild kepada Camat dan semua Kepala Desa. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar