Politik Pemerintahan

Bupati Jombang Imbau Khutbah Idul Fitri Hanya 7 Sampai 10 Menit

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat memberikan imbauan terkait salat Idul Fitri, Selasa (11/5/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab tidak ingin perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H menimbulkan klaster baru Covid-19. Untuk itu, Bupati Jombang meminta agar khutbah Hari Raya Idul Fitri tidak berlangsung lama.

Namun hanya dilaksanakan antara 7 hingga 10 menit. Dengan begitu, hal tersebut bisa meminimalisir kerumunan. Jemaah salat Idul Fitri juga dibatasi sesuai dengan zona. “Sesuai imbauan Kemenag (Kementerian Agama) khutbah Idul Fitri antara 7 hingga 10 menit,” ujar Mundjidah saat konferensi pers terkait persiapan Idul Fitri di Jombang, Selasa (11/5/2021).

Zona yang dimaksud oleh bupati adalah persebaran Covid di masing-masing wilayah. Yakni ada zona merah, hijau, kuning, dan oranye. Pelaksanaan salat Idul Fitri berdasarkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT sebagaimana diatur dalam PPKM Mikro.

RT dengan zona merah dihimbau untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah. Rukun Tetangga (RT) Zona Oranye dapat melaksanakan salat Idul Fitri di masjid dengan kapasitas jamaah yang hadir tidak boleh melebihi 15% dari kapasitas tempat pelaksanaan salat id.

“Untuk Rukun Tetangga (RT) dengan Zona Kuning dan Hijau dapat melaksanakan sholat Idul Fitri dengan kapasitas jamah tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas,” kata Mundjidah yang didampingi Wabup Sumrambah.

Bupati juga mengatakan, dengan adanya sistem zonasi PPKM BM (Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro) atau Zona Skala Mikro dalam pelaksanaan salat Idul Fitri, maka diharapkan Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan mudah melakukan pemetaan. Sehingga salat id tidak terpusat.

“Setelah pelaksanaan salat idul fitri, jamaah dihimbau untuk langsung pulang dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik. Khutbah salat Idul Fitri dilakukan secara singkat dengan kurun waktu 7 sampai 10 menit, dan mimbar khotbah harap dilengkapi dengan pembatas transparan antara khotib dan jamaah,” imbaunya.

Bupati Jombang meminta pelaksanaan Sholat Idul Fitri, perlu adanya pembentukan panitia pelaksana untuk berkoordinasi dengan Tim Satgas Covid-19 di Tingkat RT. Juga untuk memantau penerapan kedisiplinan protokol kesehatan.

“Saya perintahkan kepada para Camat untuk segera mengumpulkan Kepala Desa beserta 3 pilar untuk mengecek lokasi pelaksanaan aalat Idul Fitri dan memastikan seperti apa prosedur yang akan dilaksanakan, utamanya terkait penerapan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Dalam konferensi yang digelar di pendapa Jombang itu, bupati didampingi Wakil Bupati Jombang Sumrambah, Asisten 3 Hari Oetomo, Kepala Dinas Kominfo Budi Winarno dan Kabag Prokopim Agus Djauhari. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar