Politik Pemerintahan

Bupati Jember Tetapkan Status Bencana Ambrolnya Jalan Sultan Agung

Bupati Faida

Jember (beritajatim.com) – Pertokoan Jompo Shopping Center yang berdiri pada 1976 akan segera dirobohkan sebagai bagian dari penanganan ambrolnya Jalan Raya Sultan Agung, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Jember menetapkan peristiwa itu sebagai bencana.

Faida mengatakan, perobohan bangunan-bangunan ruko akan dilakukan bertahap dengan alat berat. “Kurang lebih 20 hari. Status kebencanaan 14 hari. Kemungkinan kami akan perpanjang status kebencanaan,” kata Bupati Faida, Senin (2/3/2020).

Pemerintah Kabupaten Jember menganggarkan biaya perobohan deretan rumah toko di sana dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2020. “Namun demikian tidak mudah, karena kalau dirobohkan ke arah sungai akan mengambil risiko banjir. Kalau dirobohkan ke jalan raya, maka akan menutup jalan utama,” kata Faida.

“Tapi tadi dengan Polres, karena ini status kebencanaan, maka jalan tersebut ditutup dan dialihkan sementara, supaya kita bersama-sama bisa merobohkan bangunan sampai ke ruko yang ke-31 yang memang rawan jika tidak ditindaklanjuti,” kata Faida.

Berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Jember Yesiana Arifah, sudah ada penilaian terhadap kondisi Jalan Raya Sultan Agung pada 20 Maret 2019.

Saat itu retakan sudah muncul di sebagian badan jalan. Rekomendasinya adalah pembongkaran bangunan ruko. Namun sebelum ruko dibongkar sebagai langkah awal dari perbaikan jalan, Jalan Raya Sultan Agung sudah keburu ambrol dan sedikitnya tujuh ruko ambruk.

“Untuk rumah-rumah di seberang sungai, kami lihat bersama Forkopimda. Ada risiko ketika (ruko) dirobohkan, walau pun dirancang dirobohkan ke jalan raya, tidak tertutup risiko untuk roboh ke bangunan penduduk. Untuk itu memang kami akan imbau untuk mengosongkan saat perobohan bangunan,” kata Faida. Mereka bisa mengungsi ke rumah kerabat terdekat selama masa perobohan.

Setelah semua bangunan ruko Jompo Shopping Center dirobohkan, kawasan itu akan bebas dari bangunan. “Untuk menjaga keamanan sungai dan sepadannya, memang tidak boleh ada bangunan. Namun saat ini kami akan fokus pada penyelesaian masalah kebencanaan sampai pada bangunan nomor 31, dan tadi ada satu bangunan di seberangnya memang rawan, kami akan robohkan,” kata Faida.

Pemkab Jember sudah lama mengimbau pedagang agar mengosongkan ruko. Sebagian pedagang sudah memindahkan barang-barang mereka. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar