Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bupati Jember: Terdampak Covid, Karyawan PD Perkebunan Digaji 70 Persen

Hendy Siswanto [Humas Pemkab Jember]

Jember (beritajatim.com) – Karyawan Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan di Kabupaten Jember, Jawa Timur selama satu setengah tahun ini hanya menerima 70 persen gaji, karena dampak pandemi Covid-19.

Hal ini mendapat apresiasi Bupati Jember Hendy Siswanto. “Memang Covid menghantam semua (sektor). PDP ini kan bisnis berorientasi sosial. Ini bisnis untuk mengayomi Jember yang memang masih banyak kemiskinan, tentunya bertahan sampai saat ini sudah bagus,” katanya, saat berkunjung ke Kebun Gunung Pasang, Rabu (18/8/2021).

Hendy melihat potensi PDP Kahyangan luar biasa. “Kesempatan untuk kembali sukses terbuka sebenarnya,” katanya.

“Kami melihat banyak peluang yang bisa dibuka di PDP ini. Khususnya di Kebun Gunung Pasang. Ini potensi wisata, kami akan bikin sistem integrasi untuk perkebunan, bisa dengan peternakan sapi perah, sapi potong. Untuk tempat kopi organik bisa, karena di ketinggian. Airnya dari hulu bisa langsung ke tempat kopi organik. Memungkinkan, dan itu harganya (jual) empat kali lipat kalau tidak salah,” kata Hendy.

Dengan lahan kopi yang luas di Jember, Hendy menilai tinggal memaksimalkan produksi. Masalahnya, di tengah masa pandemi, harga kopi fluktuatif. “Kalau kualitas bagus, produksi banyak, daya beli turun, bermasalah juga. Tentunya sekarang kami sedang menjaga ritme, membantu masyarakat (pembudidaya) kopi agar jangan sampai berkurang pupuknya. Tentang perdagangan, sistem yang akan kami bangun di Jember adalah bagaimana masyarakat cinta terhadap produk lokal,” katanya.

Hendy menginginkan agar ada produk turunan budidaya kopi di PDP Kahyangan. “Jadi ada nilai tambah. Olahan yang di-packaging bagus buat kafe-kafe. Saya sampai ke teman-teman karyawan PDP harus bersatu, rukun, kondusif. Tercipta kekeluargaan yang kuat untuk menjaga kebun ini karena miliknya juga,” katanya.

Saat ini, Pemkab Jember tengah menyeleksi direksi baru perusahaan itu. Direktur utama saat inui masih dijabat Hariyanto sampai direksi baru terpilih. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar